Select Page

BEM Se-Bogor Gimmick di Debat Bupati Kabupaten Bogor | Headline Bogor

BEM Se-Bogor Gimmick di Debat Bupati Kabupaten Bogor | Headline Bogor

CIBINONG – Debat calon Bupati Kabupaten Bogor 2018 – 2023 mengundang antusias masyarakat dan berbagai elemen untuk berbondong bondong menyaksikan, yang diselenggarakan oleh KPUD Kabupaten Bogor di Gedung Tegar Beriman yang disiarkan secara langsung oleh TvOne pukul 19.30-21.30

Kami hadir atas nama aliansi BEM SE BOGOR di debat tersebut, bukan berarti hanya penonton biasa, melainkan mengamati dari setiap jawaban jawaban paslon dari pertanyaan panelis yang diajukan, kami mencatat berbagai program dan solusi kongkrit dari setiap paslon walaupun masih ada beberapa yang belum sampai pada jawaban yg signifikan.

BSB hadir dari perwakilan kampus AKA, IPB, STKIP Muhammadiyah, UNPAK, dan UNIDA yang diwakilan 1 orang setiap kampusnya, di akhir acara debat, kami menghampiri setiap paslon bupati untuk minta ketersediannya menandatangani 10 poin permasalahan di kabupaten bogor untuk diselesaikan apabila diantara 5 paslon bupati terpilih menjadi bupati dan wakil bupati.

10 poin itu seputar isu kemiskinan, kesehatan, infrastruktur, pendidikan, hutan lindung, industri, APBD pendidikan, dan ketersediaan paslon bupati untuk berdialog dengan mahasiswa setiap 1x/3 bulan apabila terpilih menjadi bupati.

Tujuan dari kontrak sosial yaitu sebagai bentuk tertulis hitam diatas putih dalam hal pengawalan, karena kita tidak ingin kecolongan lagi dalam hal pemilihan pemimpin daerah yang saat terpilih mereka melupakan apa yang seharusnya dikerjakan dari visi misi dan program kerja yang mereka jual ketika kampanye, tentunya peran mahasiswa sebagai kontrol sosial selalu mengawasi pergerakan dari kinerja pemerintahan kota maupun kabupaten, tanda tangan dari paslon pun kita wadahi di atas materai, apabila mereka tidak sesuai dengan harapan masyarakat saat bekerja,materai tersebut sebagai pengikat landasan hukum nantinya, kontrak sosial ini berguna bagi penerus kita di BEM kampus bogor maupun di kepengurusan BEM se Bogor, yang berdampak ke 8 koordinator dan 5 ketua BEM atau PRESMA kampus.

Permasalahan yang sangat kompleks di kabupaten ini, karena letak geografis yang sangat luas sebagai kabupaten terbesar di indonesia terdiri dari 40 kecamatan, kami berinisiasi untuk mengawal lebih lanjut melalui kontrak sosial selain kita turun ke jalan melakukan aksi.

Alhamdulillah semua paslon menandatangani, sehingga goals kita di pilkada kabupaten bogor bisa menjadi pegangan dari setiap elemen melalui kontrak sosial. saya yakin adanya gerakan mahasiswa ini bukan semacem ceremonial belaka, melainkan dapat diperhitungkan karena peran mahasiswa sebagai mitra kritis dan parlemen jalanan atas kinerja pemerintahan

Koordinator BEM Se BOGOR

Fatarizky Muhamad

KOMENTAR