Select Page

Mahasiswa Tuntut KPK Selidiki Kasus Korupsi Jonggol Rp. 565 Miliar | Headline Bogor

Mahasiswa Tuntut KPK Selidiki Kasus Korupsi Jonggol Rp. 565 Miliar | Headline Bogor

BOGOR – Ada yang menarik pada aksi unjukrasa puluhan mahasiswa BEM Universitas Djuanda (Unida) Bogor di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl Persada Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018) sore tadi. Pasalnya, dari seruan aksi mereka disebut beberapa nama pejabat Kabupaten dan Kota Bogor yang diduga terlibat dalam kasus penjualan aset negara dan penyerobotan lahan milik warga di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor.

Dalam aksinya, puluhan masasiswa yang mengatasnamakan BEM Unida Bogor itu menuntut konsistensi KPK dalam mengusut tuntas kasus korupsi. Selain itu juga, mereka mendesak agar KPK segera mengusut kasus penggelapan aset negara seluas 100 hektar dan 13 hektar tanah masyarakat Desa Singasari yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum pejabat Kabupaten dan Kota Bogor yang merugikan negara sebesar Rp565 miliar.

“Kami mendesak KPK segera mengusut dan menjadikan tersangka oknum pejabat Bogor yang terdiri dari mantan Bupati Bogor, mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor, mantan anggota DPRD Kota Bogor, Burhanuddin (Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Bogor), Lesmana (Ketua Baznas Kabupaten Bogor), Rudi Ferdian (Ketua Kadin), Wawan M Sidik (Kadis Kominfo Kabupaten Bogor/mantan Camat Jonggol), Asep Aer (Camat Jasinga/mantan Camat Jonggol), dan banyak lagi,” ujar Korlap aksi, Arifin saat berorasi di halaman Kantor KPK, Jakarta.

Selain melakukan aksi, puluhan mahasiswa tersebut juga menyerahkan sejumlah berkas dan bukti-bukti yang terkait dengan dugaan kasus korupsi ke komisi anti rasuah.

“Bogor harus bersih dari koruptor. Usut tuntas kasus perampasan aset negara dan masyarakat. Sejak bertahun-tahun warga Desa Singasari Jonggol Bogor dilanda keresahan dan merasa dizdolimi oleh mafia tanah dan koruptor di Kabupaten Bogor. Hak rakyat terbukti diinjak-injak maka kami mahasiswa berontak. Terima kasih kepada KPK yang telah menerima laporan kami,” ungkapnya.

Aksi yang berlansung pada pukul 13.55 -15.25 Wib berjalan kondusif. Kegiatan itu juga diakhiri dengan teatrikal serta penyerahan sejumlah berkas dan bukti-bukti terkait dugaan kasus korupsi.

“Terima kasih atas kerjasamanya, atas dukungannya, kepada rekan-rekan mahasiswa. Secara simbolis ini saya terima, nanti selanjutnya akan ditreking dan difollow up apakah lengkap atau ada materi-materi tambahan. Salam antikorupsi,” kata Pungky Kusuma Damayanti, staf KPK yang menerima laporan tersebut.

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *