Select Page

Mega Finance Libas Fidusia | Headline Bogor

Mega Finance Libas Fidusia | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Telah terjadi perampasan unit motor di Jalan Semplak oleh sekelompok debkolektor atau biasa disebut mata elang (matel) yang mengatasnamakan salah satu leasing di Kota Bogor yaitu Mega Finance (30 November 2017), pemilik kendaraan tersebut ialah seorang wanita yang bernama Neneng Marlina.

Ibu Neneng mengatakan “Ketika saya mengendarai motor tiba-tiba sekelompok orang datang menghampiri saya yang mengaku sebagai kolektor mega finance, debkolektor tersebut bicara ke saya, ibu maaf saya dari Mega Finance ingin mengambil unit kendaraan bermotor dari ibu karena ibu belum membayar cicilan diatas 3 bulan mari kita selesaikan di kantor, begitu katanya.

Setibanya ibu Neneng di kantor Mega Finance yang dituju beralamat Jalan Panaragan, untuk bertemu pak Decil pejabat Mega Finance sebagai remedial.

Ibu Neneng menegaskan motor yang dimilikinya akan dibayar angsurannya.

“Ini motor saya, saya pun mau bayar. Namun motor tidak bisa saya ambil kembali, mereka bilang boleh bayar 2 bulan nanti malem saya tunggu disini dan itu pun tidak ada biaya tarik.” Pungkasnya

Sementara itu panji sebagai anaknya menyesalkan antara leasing dengan matel tidak ada koordinasinya.

“Saya sangat menyesalkan dengan kinerja leasing dan matel tidak berkoordinasi satu sama lain, padahal ibu saya sudah janji akan membayar kepada leasing.” Ujarnya

Ketika motor akan diambil panji malam harinya di Kantor Mega Finance Kota Bogor, pihak Mega Finance berbicara dengan ucapan yang berbeda.

“Malam saya datang ke mega finance mau membayar cicilan ternyata harus merogoh kocek uang biaya tarik sebesar 1 juta 200 ribu. Berbeda dengan kata-kata ibu saya di rumah bercerita kepada saya, bisa di ambil dengan minimal membayar angsuran 2 bulan”. Imbuhnya

“Kalo saya harus bayar 1,2 juta untuk biaya penarikan itu aturan dari mana. 1,2 juta beda dari biaya angsuran nah ini aneh sekali. Sampai saat unit belum bisa di ambil, saya mau bayar angsuran , harus nambah biaya penarikan.” Jelas Panji

Galih | Firman | Sandi

KOMENTAR

About The Author