Select Page

Advertisement

Pengerjaan Jalan Dan Jembatan Kecamatan Bojong Gede Diduga Menghamburkan Uang Rakyat | Headline Bogor

Pengerjaan Jalan Dan Jembatan Kecamatan Bojong Gede  Diduga Menghamburkan Uang Rakyat | Headline Bogor

KABUPATEN BOGOR – Pembangunan jembatan sungai Pakancilan yang berada di Desa Bojong Gede Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor yang menghubungkan antara jalan raya Bojong Gede menuju jalan alternatif susukan dan jalan menuju Polsek Tonjong diduga syarat akan penyimpangan di dalam pengerjaanya, dugaan tersebut dapat dilihat secara langsung dari hasil pengaspalan, seakakan akan pengerjaanya dilakukan secara asal-asalan, yang memungkinkan berkurangnya kualitas hasil pengerjaannya. Proses Pemadatan jalan dengan pengaspalan tersebut lebih banyak terpisah dari adukan pasir dan batu kecil. Sehingga tidak kurang dari satu bulan jalan tersebut didapati kerusakan-kerusakan (Selesai 27 Desember 2017 rusak 12 Januari 2018).

Proyek yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah tersebut masih berlangsung hingga saat ini ujar salah satu warga RT.01 RW.06 kepada headlinebogor.com yang enggan menyebutkan namanya.

Guna mengumpulkan informasi – informasi perihal tersebut maka HeadlineBogor mendatangi salah satu sesepuh dan sekaligus Ketua RT.02 RW.07 Desa Bojong Gedede Kecamatan Bojong Gede yakni Bapak Idris yang profesinya sebagai karyawan perusahaan keamanan di Jakarta mengatakan kepada Headlinebogor.com

“Kami sebagai warga negara yang baik ingin pembangunan dilingkungan wilayah kami tertata rapi, tapi kok malah sebaliknya jalur alternatif buangan yang sebagai telah kami sepakati bersama Pak Camat dan Kepala Desa apabila kami memberikan jalan kepada kendaraan yang memang tidak bisa melintas jembatan karena ada pembangunan jembatan maka alternatif jalan dipakai dilingkungan RT.02 RW.07 kesepakatannya kalau terjadi kerusakan pada lingkungan kami kan diperbaiki oleh PT yang mengerjakan jembatan dan jalan tapi kenyataanya dilapangan terjadi jalan dilingkungan kami rusak parah perbaikan dari perusahaan yang mengerjakannya setengah hati masih banyak yang sepantasnya dilakukan, sekarang siapa yang mau kami tuntut dengan kondisi jalan dilingkungan kami yang rusak. Secara otomatis pandangan warga saya negatif terhadap saya selaku sesepuh belum lagi kebisingan warga kami dengan adanya diletakan plat besi baja bibir depan 1 dan belakang ruas jembatan ada 2 setiap kendaraan yang melintasi jalan terutama kendaraan roda 2 dan roda 4 selalu bersuara seperti petasan setiap hari kedengaranya apa lagi tengah malam harapan kami sebagai warga tolong ganti aja itu plat besi dan perbaiki lingkungan kami yang rusak”. ungkapnya

Saat dikonfirmasi kepada Kasi Pembangunan Kecamatan yakni Bapak Irawan, beliau tidak banyak memberikan penjelasan hanya berujar

“Karena Pak Camat tidak ada ditempat saya tidak berwenang memberikan tanggapan terkait pembangunan hanya sebagai tim monitoring tidak sebagai pelaku hanya mengetahui bahwa ada pembangunan dikecamatan kami. Kami pun lupa nama PT yang mengerjakan diwilayah kami silahkan Headlinebogor.com dapat meminta keterangan ke kantor UPT Jalan dan Jembatan kepala UPTnya bapak Agus, beliau menangani 6 kecamatan dan sifatnya Pak Agus harus didatangi dia kalo tidak kenal tidak akan diangkat teleponnya, makanya untuk lebih eloknya HB datang aja ke UPT”.

Sembiring | Roy

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *