Select Page

alterntif text

Brownies Gak Harus Kotak

Brownies Gak Harus Kotak

(Headlinebogor.com) – Dunia kuliner kini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Berbagai inovasi baru bermunculan. Begitu pula yang diterapkan Dheline’s Brownies. Dengan bentuk yang tak biasa, Brownies racikan wanita berdarah Padang ini mampu mencuri selera lidah pecinta kuliner khususnya di Kota Bogor.

“Brownies yang kotak kan sudah biasa. Saya coba bikin Brownies yang digulung. Biar beda. Biar konsumen taunya gak cuman bolu yang bisa digulung. Brownies juga” ungkap Adhel pemilik Dheline’s Brownies. Berawal dari hobi, ibu dari dua orang anak ini mulai menjajal peruntungan Browniesnya di pasaran pada tahun 2007. Diawali dengan lingkungan UKM, Adhel bekerja sama dengan teman-teman di lingkungannya.

Dengan omset yang cukup menjanjikan pada saat ini, Adhel dan suami memulai usahanya dari berjualan kaki lima di kawasan Yasmin. Andi suami dari Adhel yang merupakan karyawan Perhubungan, terus mendukung istrinya dalam menjalani usahanya hingga sekarang ini. Tak sekedar mendukung, Andi juga turut berkecimpung dalam segala kerepotan yang sempat dialami sang istri pada mulanya. Sebelum beberapa gerainya berdiri seperti sekarang, Brownies gulung itu juga sempat dititipkan di beberapa gerai yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Adhel mengaku enjoy dalam menjalani bisnisnya sekarang. Rela mundur dari kantornya dulu, wanita berkacamata itu senang dengan kondisinya sekarang ini. Selain bisa berbisnis, Adhel juga dapat memantau tumbuh kembang anaknya secara langsung. Dan juga banyak konsumen langganan Adhel merupakan orangtua siswa siswi temen-teman anaknya.

Merintis di kawasan Budi Agung, Dheline’s Brownies kini sudah ada di tiga tempat. Dheline’s Budi Agung, Dheline’s Pajajaran dan Dheline’s Bangbarung. Penjualan Dheline’s tidak hanya mengandalkan toko fisik saja. Di kawasan Bangbarung Dheline’s Brownies menjajakan dagangannya menggunakan motor roda tiga dengan bak terbuka di bagian belakang yang memungkinkan pesanan dapat diantar langsung ke konsumen.

Dalam perkembangannya, Dheline’s Brownies sempat mengalami kelangkaan bahan baku pada awal kehadirannya. Terutama pada momen besar seperti lebaran. Produk Brownies yang digulung ini sudah memiliki banyak pelanggan tetap. Rahasianya “tetap menjaga kualitas bahan. Saya dari dulu ga pernah ganti merk produk bahan. Kalau sudah produk itu ya itu dari dulu. Biarpun ada produk sejenis dari merk lain pasti rasanya beda. Meskipun produk lain harganya lebih murah, kepuasan konsumen kan penting. Jadi saya selalu menjaga bahan dari dulu. Gak kenapa kenapa harganya mahal sedikit. Yang penting rasanya ga berubah” Menurut Adhel yang ditemui pada Sabtu (5/8)..

Brownies gulung memang asing bagi masyarakat. Disitulah letak ciri khas serta daya tarik dari produk ini. Memiliki delapan varian rasa, membuat cita rasa bagi konsumen tidak monoton. Namun demikian, Adhel juga tidak meninggalkan hakikat brownies pada dasarnya yang berbentuk kotak. Dheline’s Brownies juga menjual dengan bentuk kotak. Tak hanya itu, Adhel juga memproduksi beberapa jenis kue kering dan snack yang rasanya juga tidak bisa dianggap remeh.

Bila dilihat di gerainya Jl. Pajajaran (Seberang Ace Hardware), Dheline’s Brownies juga menerima makanan-makanan titipan dari berbagai UKM dan perusahaan. Hal ini didasari Adhel dan suami agar tidak lupa pada awal mula hadirnya Dheline’s Brownies yang juga pernah menitipkan di beberapa gerai. “Kita terima kalau ada yang mau titip dagangan disini. Kan kita sama sama cari rezeki. Mungkin kalau dititipkan disini daangannya jadi laku. Kan kita juga yang berkah. Lagi pula kita sadar ga selamanya orang cari Brownies. Mungkin cari produk-produk lain disini. Selain berkah kita juga masih dapat untung ko kan ada sistem bagi hasil” ungkap Andi.

Dheline’s Brownies kini mulai mengembangkan usahanya dengan membuat cafe yang terletak di lantai tiga gerai Padjajaran. Dengan suasana dan konsep yang kekinian, cafe ini juga sangat pas untuk para muda mudi sebagai tempat sharing dengan teman bahkan keluarga. Varian menu yang banyak dan harganya yang terjangkau cafe ini cocok di kantong mahasiswa.

Saat ini Dheline’s Brownies sudah mempekerjakan 18 karyawan untuk memenuhi produksi di tiga tempat. Namun pada momen tertentu jumlah karyawan ditambah yang bersifat freelance. Seperti pada momen lebaran, permintaan pesanan Brownies gulung kian meningkat.

Dalam mengembangkan usahanya hingga sekarang ini, Andi punya kiat-kiat khusus yang dapat di contoh pengusaha lain atau yang ingin berkecimpung di dunia kuliner. Niat yang kuat dalam mengawali sesuatu sangatlah penting. “Karena niat itulah pondasi kita memulai apapun. Ga cuman bisnis, apapun kalau diawali dengan niat yang kuat pasti hasilnya tidak mengecewakan” tandas suami Adhel. Tak hanya itu, konsistensi juga dirasa penting. Agar suatu apapun yang dikerjakan dapat fokus yang maksimal sehingga hasilnya tidak mengecewakan. Jangan mudah tergiur dengan tawaran yang lain. “pernah ada yang nawarin bisnis ini itu reksadana atau investasi lain saya tolak. Kalau dihitung memang hasilnya menggiurkan. Tapi ga ada bentuk fisiknya. Sedangkan ini, Dheline’s ada bentuk fisiknya. Jadi bisa kita pantau langsung keuntungannya” tambah Andi.

Banyaknya makanan ciri khas kota hujan ini dapat menjadi peluang baru untuk Dheline’s sebagai salah satu ciri khas Bogor. Karena Brownies gulung ini merupakan pionir Brownies gulung pertama di kota Bogor. Dengan demikian Adhel dan Andi tidak gentar bila ada kompetitor yang hadir dengan produk yang sama “rezeki kan sudah ada yang ngatur. Lagian bikin Brownies gulung itu gak se gampang Brownies biasa. Lebih repot karena kita kan dikukus. Jadi butuh proses yang lama dibanding Brownies panggang biasa” tutup Adhel. (Advertorial)

KOMENTAR

About The Author