Select Page

Bekraf Hadirkan Arsitek Indonesia Kelas Internasional Di Italia | Headline Bogor

Bekraf Hadirkan Arsitek Indonesia Kelas Internasional Di Italia | Headline Bogor

ITALIA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) meresmikan karya anak bangsa yang mewakili paviliun Indonesia di Venice Architecture Biennale 2018, Sunyata : The Poetics of Emptiness, pada 25 Mei 2018.

Pameran di paviliun Indonesia ini merupakan karya para kurator Ary Indrajanto, David Hutama Setiadi, Adwitya Dimas Satria, Ardy Hartono Kurniawan, Jonathan Aditya Gahari dan Johanes Adika Gahari. Karya anak bangsa yang ditampilkan merupakan terjemahan dari tema utama VAB 2018 yaitu Free Space. Peresmian ini dibuka dengan penampilan dari Mike Hapsari, seorang penari asal Indonesia yang terpilih dari 300 orang menjadi 15 orang untuk menampilkan tariannya di acara La Biennale di Venezia.

Pameran dibuka untuk publik pada Sabtu, 26 Mei 2018. Tidak lupa peresmian paviliun ini dihadiri juga oleh Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala KBRI di Roma J.S. George Lantu, Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak dan para tamu undangan dari negara.

Dalam acara tersebut Bandan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ingin mempromosikan arsitek Indonesia di pasar dunia dengan ikut serta pada ajang pameran arsitektur bergengsi Venice Architecture Biennale (VAB) 2018 di Venesia, Italia.

“Targetnya tentunya kalau dibidang arsitektur kita mau dunia melihat pencapaian arsitek Indonesia maupun arsitektur Indonesia sendiri. Secara tidak langsung, kita ingin mempromosikan arsitek Indonesia ke pasar dunia,” kata Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik ditemui saat mengunjungi Paviliun Indonesia di VAB.

Ricky mengatakan, VAB merupakan pameran yang prestius, di mana sekitar 10 juta orang mengunjungi pameran yang digelar selama enam bulan tersebut. Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengaku bangga dengan eksistensi salah satu arsitek asal Indonesia yakni Isandra Martin Ahmad atau Andra Martin yang menjadi undangan khusus pada ajang Venice Architecture Biennale (VAB) 2018.

“Beliau diundang secara khusus oleh panitia, dibiayai dan diberi penghormatan untuk memamerkan karyanya di tempat ini. Itu sangat membanggakan sekali bagi kami,” kata Triawan ketika ditemui di Venesia, Italia.

Andra Martin adalah satu-satunya arsitek asal Indonesia yang menjadi undangan khusus dari penyelenggara VAB 2018. Karya dari pria kelahiran Bandung, 56 tahun lalu itu ditampilkan bersama sekitar 70 karya dari undangan khusus lainnya yang berasal dari berbagai dunia.

Dalam wawancara khusus dengan Antaranews, Andra mengatakan bahwa ia mendapat undangan dari penyelenggara VAB 2018 pada September 2017.

“Saya diundang, tapi mereka minta saya merahasiakannya sampai acara ini benar-benar diluncurkan pada Mei, terus mereka bilang wah ini keren banget, jadi saya selanjutnya mempersiapkan segalanya. Jadilah karya saya ini bertema ‘Elevation’,” ungkap Andra.

Menurut Andra, ‘Elevation’ merupakan tema yang mencerminkan kehidupan beberapa suku di Indonesia, di mana rumah tinggal yang mereka bangun memiliki jarak tertentu dengan tanah yang mereka pijak sebagai terjemahan dari tema besar VAB “Free Space”.

“Targetnya supaya mudah-mudahan saya tidak memalukan Indonesia, bisa membuat bangga Indonesia. Ya targetnya itu. Kemudian pengunjung yang masuk juga bisa merasakan bagaimana sih living architecture Indonesia,” papar Andra.

“VAB ini jumlah pengunjungnya 10 juta dari 40 juta turis yang datang setiap tahun ke Venesia. Jadi menurut kami ini adalah yang paling tepat untuk menampilkan pencapaian dari arsitektur Indonesia,” tukas Ricky.

Dalam penutupan peresmian ini Wakil Kepala Bekraf, Ricky Pesik juga berkesempatan membacakan sebuah karya puisi dari Joko Pinurbo.

KOMENTAR