Select Page

Bayar Rp5 Ribu Sekali Lewat, Banyak Warga Mengeluh

Bayar Rp5 Ribu Sekali Lewat, Banyak Warga Mengeluh

Jonggol (Headlinebogor.com) – Jembatan Cipamingkis yang ambruk beberapa waktu lalu, membuat warga berinisiatif untuk membuat jembatan sementara dari bambu, agar para pejalan kaki, dan pengendara motor dapat melintas untuk menyebrangi sungai Cipamingkis tersebut.

Namun, pengendara roda dua yang melintasi jalan tersebut harus merogoh kocek sebesar Rp5 ribu untuk satu kali melintas ke jembatan tersebut. Hal ini pun sangat dikeluhkan oleh masyarakat. Dalam menjalankan aktivitasnya, minimal masyarakat melintasi jembatan tersebut dua kali, yang artinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp10 ribu.

Salah seorang warga Desa Sirnagalih Deri (26) mengatakan, untuk menuju tempat kerjanya yang ada di daerah Cileungsi, dirinya harus merogoh kocek Rp10 ribu setiap harinya, hanya untuk melintasi jalan tersebut. Jika dikalkulasi, dirinya harus mengeluarkan uang Rp260 ribu setiap bulannya.

“Sebelum jembatan Cipamingkis ini ambruk, saya hanya mengeluarkan uang Rp15 ribu untuk bensin, sekarang untuk nyebrang saja harus bayar, semakin membengkak pengeluaran setiap harinya,” katanya (4/5).

Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor segera bertindak, agar masyarakat sekitar jembatan Cipamingkis tak seenaknya meminta uang pada pengendara sepeda motor.

“Kalau seikhlasnya si tidak menjadi masalah, karena kita pun paham kondisinya, uang tersebut untuk membuat jembatan kayu, tapi kalau sudah dipatok seperti ini, banyak yang keberatan,” tuturnya.

Sementara itu, Mulyana mengungkapkan, hal ini jelas sangat meresahkan masyarakat, apalagi biaya yang harus dibayarkan cukup mahal. Jika diasumsikan dalam satu hari ada 100 motor yang bolak-balik melintasi jembatan darurat tersebut, maka dalam satu hari ada Rp1 juta yang terkumpul, dan dalam satu bulan menghasilkan Rp30 juta.

“Katanya perbaikan jembatan Cipamingkis tersebut memakan waktu sampai enam bulan, maka dalam enam bulan tersebut sekitar Rp180 juta uang pengendara motor yang melintasi jembatan darurat tersebut,” paparnya.

Ia menerangkan, seyogyanya Pemkab Bogor segera mengambil langkah-langkah persuasif, agar musibah ini tidak dijadikan momentum bagi kalangan tertentu, sehingga memberatkan masyarakat lainnya, khususnya para pengendara sepeda motor.

“Jangan sampai hal ini menjadi masalah baru,” tandasnya.

 

 

 

 

Wartawan : Dede Firdaus/Publikbogor.com

KOMENTAR