Select Page

Dibongkar Polisi Makam Siswa Yang Tewas Akibat Berduel

Dibongkar Polisi Makam Siswa Yang Tewas Akibat Berduel

Leuwiliang (Headlinebogor.com) – Nama Raden Aldian belakangan jadi obrolan hangat karena aksinya yang nekat berduel hingga mengantarkannya pada kematian. Aldian, begitu teman dekatnya akrab menyapa. Tak disangka karena dipicu asmara, siswa yang masih duduk di bangku SMA itu tersulut emosi hingga duel maut antarpelajar pun tak terhindarkan.

Jajaran kepolisian kembali mendatangi rumah Aldian di Kampung Cibeber, Jalan Desa Cibeber 1, Kecamatan Leuwiliang, Minggu (10/6) sekitar pukul 12:00 WIB. Atas izin keluarga korban, makam Aldian yang sudah semalam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Puraseda, Kecamatan Leuwiliang dibongkar.

Jenazah yang sudah dibalut kain kafan dicek ulang untuk memastikan luka yang dialami almarhum. “Tadi autopsi sampai jam empat sore baru selesai untuk diperiksa lebih lanjut di Kramat Jati,” ungkap Kapolsek Cigudeg Kompol Yayan Sopyan.

Informasi yang dihimpun, Aldian pelajar kelas XI jurusan IPA di SMAN 1 Cigudeg itu, tewas di tangan temannya, RZK (17), akibat parang yang sengaja ditebas tepat di bagian dadanya hingga sedalam 7 centimeter.

Tubuh Aldian yang bersimbah darah pun membuatnya langsung terkapar. Menurut Kompol Yayan, korban dan pelaku memperebutkan wanita hingga duel maut pun pecah di Lapangan Bola Dwikora, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Jumat (9/6).

Dari keterangan saksi, sekitar pukul 21:30 WIB, korban bersama dua temannya memenuhi tantangan beberapa remaja. Setelah terhunus parang, korban dilarikan ke Puskesmas Cigudeg. Namun nahas, nyawa korban tak tertolong.

Keluarga korban yang mendapat kabar peristiwa itu pun segera melapor ke Polsek Cigudeg. Polisi segera datang ke lokasi duel dan menemukan dua celurit. Setelah itu, saksi-saksi diperiksa. Enam jam kemudian, RZK yang merupakan siswa kelas XI di SMK Pelita Ciampea berhasil diringkus di rumahnya di Kampung Anyar, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg. “Sementara pelaku kami amankan di tempat yang aman. Karena keluarga korban masih tidak terima,” kata Kompol Yayan.

Sementara ucapan belasungkawa dari teman-temannya berdatangan. Di media sosial, banyak kawan Aldian yang mengungkapkan rasa dukanya akibat tewasnya Aldian. Tagar RIP Aldan pun dituliskan rekan-rekannya yang merasa kehilangan sosok lelaki periang. “Turut berdukacita atas berpulangnya Raden Aldian Fadilah semoga tenang di alam sana,” tulis Dyon Indra.

“Kematian terkadang merupakan kritik terhadap kehidupan. Tuhan mengambil nyawa seseorang tak semata dalam menyayangi orang itu. Setiap orang memang sudah mempunyai jalan hidup masing-masing. Berbuat baik selagi hidup merupakan suatu bekal yang bisa dibawa untuk hari esok. Kami keluarga besar SMAN 1 CIGUDEG turut berdukacita atas meninggalnya: RADEN ALDAN semoga tenang dialam sana, diterima amal ibadahnya dan diberiketabahan untuk yg ditinggalkan ##RIPALDAN” tulis Muhammad Day Robby Prakarsa.

 

(bogordaily.net)

KOMENTAR

About The Author