Select Page

Doel Samson : Dugaan Minus 8 M, BUMD PT. PPE Jadi Pertanyaan | Headline Bogor

Doel Samson : Dugaan Minus 8 M, BUMD PT. PPE Jadi Pertanyaan | Headline Bogor

KABUPATEN BOGOR – Berdasarkan pemberitaan di salah satu media, anggaran penyertaan yang diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor kepada PT. Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) telah habis untuk pembelian asset dan operasional perusahaan. Adapun dana penyertaan yang dibelikan dalam bentuk asset yakni Asphaly Mixing Plant (AMP) dengan investasi Rp. 9,5 Milyar, peralatan berat Rp. 15 M serta pengadaan lahan Rp. 11,5 M serta 625 juta Rupiah untuk pembentukan badan hukum. Serta pembelian lahan 17,2 hektar di wilayah Kecamatan Cigudeg.

Berdasarkan informasi tersebut, Ketua Benteng Pajajaran, Dul Samson Sambernyawa, mempertanyakan keseriusan Bupati dan Sekda Bogor dalam mengelola Perusahaan Plat Merah Kabupaten Bogor tersebut.

“Kalau saya lihat berita, disebutkan semua dana penyertaan modal PT. PPE habis untuk Investasi Asset, seharusnya investasi ada nilai keuntungan tidak mungkin orang mau investasi jika tidak ada untung, investasi dari tahun 2012 hingga sekarang masa tidak ada nilai keuntungan? ini Gila namanya! Kan kita deposito uang ke BANK saja ada bunganya,” ujar Dul Samson.

Dul Samson pun mempertanyakan habisnya SK masa jabatan direksi PT. PPE saat ini, namun masih duduk dijabatannya.

“Belum lagi SK Direksi PT PPE yang sudah habis tapi masih bercokol berkuasa atas PT PPE, ini perusahaan milik Engkongnya atau Asset milik Pemda Kabupaten Bogor?, Bupati dan Sekda Kabupaten Bogor ga usah ngotot mempertahankan para Direksi PPE untuk tetap bertahan memimpin PT PPE. Seperti tidak ada lagi sosok seseorang di Kabupaten Bogor yang mampu! Kalau di kasih dana penyertaan modal sekian milyar lalu di belanjakan untuk ini dan itu ya semua orang bisa! Tinggal jawab habis buat operational dan belanja Asset!”. tegas Dul Samson

Diwaktu yang sama Humas PPE Rafiansyah mengatakan bahwa SK Direksi PT. Prayoga Pertambangan Energi sudah di perpanjang hingga awal tahun 2019. Namun ketika dipertanyakan oleh Doel Samson terkait minus 8 Milyar Rafiansyah tidak banyak menjawab.

“Kalo SK Direksi PT Prayoga Pertambangan Energi itu sudah di perpanjang hingga awal tahun 2019, terkait minus 8 Milyar itu urusan Direksi”. pungkas Rafiansyah

KOMENTAR