Select Page

Limbah Sampah Mulai menghawatirkan, HMI Bogor Ingatkan Dinas LH | Headline Bogor

Limbah Sampah Mulai menghawatirkan, HMI Bogor Ingatkan Dinas LH | Headline Bogor

KABUPATEN BOGOR – Berawal dari aksi bersih-bersih sungai di salah satu desa yang ada di Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, HMI Cabang Bogor banyak mendapati temuan yang mengkhawatirkan terkait limbah sampah yang dibuang sembarangan.

Tak sampai satu Km penyusuran sungai, 10 trashback dengan rata – rata bobot basah 2kg/m2 sudah terisi penuh dengan sampah. Rata – rata bobot tersebut dihitung panjang sungai 100 m2, lebar sungai 3 m2, kedalaman 0,3 m2, dan rata-rata bobot per trashback sekitar 30 kg sampah basah.
Ini baru satu desa saja belum di desa yang lain. Persoalan sampah domestik nampaknya masih menjadi Pekerjaan Rumah bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan masyarakat Kabupaten Bogor secara keseluruhan. Jadi dapat dibayangkan berapa banyak tumpukan sampah di darat maupun di Daerah Aliran Sungai (DAS).

“DLH sebagai salah satu penyelenggara pemerintahan di kabupaten Bogor harus berperan aktif dalam menertibkan pencemaran lingkungan. Tak cukup hanya lewat pelatihan dan sosialiasi saja namun juga perlu mendorong masyarakat untuk sama-sama menyelesaikan msalah sampah dari sumbernya,” kata Joni Iskandar, Ketua Umum HMI Cabang Bogor saat melakukan audiensi di DLH Bogor.

Pada kesempatan tersebut, Budi Setiawan, Sekretaris Dinas lingkungan Hidup membeberkan kinerja DLH terkait penyelesaian masalah sampah di kabupaten Bogor. Akhir tahun 2018 ditargetkan Tempat Pembuangan Sampah Nambo Klapanunggal akan selesai sebagai antisipasi volume sampah yang semakin bertambah.

“Keberadaan SDM kami di DLH masih sangat terbatas dibanding jumlah masyarakat Bogor yang banyak. Belum lagi teritorial kabupaten Bogor yang begitu luas. Kami mengapresiasi organisasi mahasiswa yang aktif mengingatkan kami. Terimakasih,” ucap Budi.

Selain menanyakan sampah, dalam Audiensi tersebut Rizal Sodikin salah seorang pengurus HMI Bogor juga menyoroti tingkat polusi kendaraan di kabupaten Bogor dan berbagai macam persoalan lingkungan lainnya.

Roni Al Ritonga selaku Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Bogor meyoroti DLH “Dalam kasus pencemaran lingkungan di sungai maupun daerah pinggiran sungai (DAS) ini meminta DLH untuk dapat membagi peran di lapangan dalam mengedukasi serta melakukan tindakan tegas kepada masyarakat maupun instansi yg melakukan pencemaran lingkungan baik limbah padat, cair, dan gas. Selain itu juga meminta DLH harus intens melakukan kerjasama dengan instansi pemerintahan, kelompok pemerhati lingkungan terkait dalam mengontrol pencemaran Lingkungan di Kabupaten Bogor. Karena persoalan lingkungan menjadi tanggungjawab kita bersama”. (*)

KOMENTAR