Select Page

Marak Geng Motor, Kapolres Bogor : Kalau Perlu Tembak di Tempat

Marak Geng Motor, Kapolres Bogor : Kalau Perlu Tembak di Tempat

(Headlinebogor.com) – Kabar adanya geng motor dari wilayah Bogor yang bergabung dengan Depok untuk menyerang warga Jakarta mendapat perhatian dari Kapolres Bogor AKBP AM Dicky. Menurut Dicky pihaknya tak akan segan menindak siapa pun yang melakukan kekerasan. Apalagi jika sudah mengancam nyawa hingga harta benda seseorang.

“Kita tidak akan segan-segan menindak tegas secara drastis. Kalau perlu tembak di tempat,” kata Dicky.

Dengan dasar itu, ia memperingatkan agar mereka (geng motor, red) tidak melakukan tindak meresahkan atau melakukan hal-hal negative, khususnya pada malam hari. Sebab, pihaknya akan gencar melakukan operasi di wilayah hukum Kabupaten Bogor.

“Kita akan ambil sikap tegas ketika mereka melakukan perlawanan atau melarikan diri,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, maraknya aksi geng motor itu dipicu adanya tantangan yang dibuat antarkelompok di media sosial (medsos). Satu kelompok menantang kelompok lain di luar wilayah Jagakarsa lewat dunia maya. Termasuk di Depok, Bogor, Jakarta Timur dan lain-lain. Hal ini juga diungkap Kasat Reksrim Polres Jakarta Selatan Budi Hermanto.

“Ini awalnya tantangan-tantangan setempat yaitu daerah-daerah di Jagakarsa, di medsos, Instagram. Mereka melakukan penantangan terhadap geng motor di wilayah luar Jaksel, Depok, Bogor, Jaktim dan lain-lain,” kata Budi.

Biasanya mereka berkumpul minimal 15 orang dengan perlengkapan komplet berupa senjata tajam. Namun, aksi mereka bukan untuk melakukan perampasan harta, melainkan hanya ingin membuat kegaduhan di masyarakat.

“Mereka itu naik sepeda motor berpasangan membawa sajam, golok, celurit serta samurai. Ini bisa diseret jalanan. Tujuannya mereka bukan untuk begal atau rampas harta kekayaan orang, tidak. Tetapi sengaja buat onar dan lukai orang,” tambahnya.

Ia pun menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas adanya geng motor ini agar tercipta keamanan bagi masyarakat. Polres Jaksel pun telah membentuk tim guna membantu aparat polsek menindak maraknya aksi geng motor. Tim ini akan melakukan pencarian langsung ke lapangan untuk mencegah maraknya geng motor.

“Kami akan jemput bola, kami sudah bentuk tim backup setiap polsek. Setiap kejadian ini kami akan proses terhadap yang buat onar dan keresahan. Kami jemput bola,” ujar dia.

Polisi akan melakukan kegiatan untuk menyisir kegiatan geng motor tersebut, terutama jelang Ramadan. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. “Karena ini juga menjawab aksi selama Ramadan yang biasa digunakan Sahur On The Road,” tutur Budi.

Sebelumnya sebuah video mendadak viral di medsos yang memperlihatkan sekumpulan remaja menyerang pengendara motor di Jagakarsa. Polisi mengaku akan menyelidiki adanya video tersebut.

Setelah itu, beredar juga foto yang menampakkan seorang perempuan mengalami luka yang diduga akibat dari penyerangan remaja tersebut. Budi menegaskan akan mencari keterangan orang yang diduga korban untuk melakukan pendalaman dalam kasus geng motor yang marak di Jagakarsa.

“Pada video viral itu, akan kami cari korban yang di mana perempuan yang kakinya sobek itu sudah beredar dan kami minta bantuan dari rekan-rekan untuk menginformasikan. Dari Polsek Jagakarsa pun belum ada laporan di video itu. Kami akan jemput bola,” tegas Budi.

 

Baca Juga : Aksi Brutal Geng Motor di Jagakarsa, Polisi Siap Buru Pelaku

 

 

 

(metropolitan)

 

KOMENTAR

About The Author