alterntif text

Select Page

alterntif text

Orang Tua Siswa Beberkan Dugaan Pungli dan Pemalsuan Dokumen di SMAN 2 Gunungputri Bogor

Orang Tua Siswa Beberkan Dugaan Pungli dan Pemalsuan Dokumen di SMAN 2 Gunungputri Bogor

Bogor (Headlinebogor.com) – Praktek pungli dengan modus operandi sumbangan dana investasi pendidikan yang diduga dilakukan oleh wakil kepala SMAN 2 Gunungputri Bogor.

Dugaan pungutan liar di SMA Negeri 2 Gunungputri  ini berawal dari laporan orang tua murid kepada awak media bahwa pihak yang mengaku pegurus komite sman 2 gunungputri disinyalir telah melakukan Pungutan Liar hingga Milyaran Rupiah sejak tahun 2015 hingga sekarang.

Diawali dengan laporan Orang tua/wali murid yang mencurigai tindak penggelapan dana dan pemalsuan dokumen yang dilakukan Leo Chandra S.Pd sebagai.wakil kepala SMAN 2 Gunung Putri.

Berkedok Sumbangan Investasi Pendidikan, pihak sekolah mengundang para orang tua siswa pada Rabu, 12 Juli 2017 untuk membahas sosialiasi program sekolah pada ajaran 2017/2018. Dalam rapat ini pihak sekolah meminta sumbangan kepada seluruh orang tua untuk melancarkan program sekolah pada ajaran 2017/2018 sebesar lebih dari empat juta rupiah. Sontak orang tua siswa melakukan protes karena besaran yang dinilai tak wajar. Kemudian setelah proses tawar menawar, tersebut diputuskan sekitar Rp. 2.500.000. Hal ini masih dianggap ganjal oleh para orangtua siswa. Pasalnya pihak sekolah tidak dapat membeberkan program kerjanya pada ajaran 2017/2018 sehingga meminta sumbangan kepada orang tua sebesar itu.

Sebelum itu, para orang tua meminta bukti transparansi dana yang sempat disodorkan pada orang tua beberapa waktu lalu. Permasalahan tersebut kemudian melebar hingga ke komite sekolah. Orang tua siswa yang mencurigai adanya kerjasama antara sekolah dan komite sekolah. Kabarnya seorang yang mengaku pengurus komite sekolah Kapt. ARM. Parjiana, S.Sos, M.Si tidak dapat menunjukan dokumen asli pengesahan dirinya sebagai komite sekolah yang di sah kan kepala sekolah SMAN 2  Gunung Putr. Selanjutnya tua siswa membuat pernyataan mosi tidak percaya terhadap beberapa hal yang sempat disampaikan pihak sekolah dan komite sekolah.

Selanjutnya, bukti lain dipaparkan orang tua siswa. Salah satunya kop kwitansi yang di mengatas namakan SMAN 2 Gunung Putri namun menggunakan cap dari Komite Sekolah, dan juga penulisan nama yang tidak lengkap pada pihak yang menerima dicurigai orang tua siswa sebagai bentuk menutupi bila hal ini dikasuskan di kemudian hari. Tidak hanya itu, berdasarkan undang undang yang berlaku, para orang tua juga mempermasalahkan tentang bentuk sumbangan yang dituliskan sebagai pelunasan daftar ulang. Karena tidak ada aturan undang undang maupun aturan pemerintah yang mengesahkan mengenai pungutan daftar ulang.

Saat ini laporan tersebut telah ditangani oleh Polres Bogor, kasus yang tembus hingga Gubernur Jawa Barat ini mengharapkan pihak sekolah dapat mengambil sikap konkret dan tidak merugikan kedua belah pihak. (AP/WDI)

 

 

 

 

KOMENTAR

About The Author