Select Page

Pemkab Bogor Belum Serius Mengayomi Masyarakat Penyandang Disabilitas | Headline Bogor

Pemkab Bogor Belum Serius Mengayomi Masyarakat Penyandang Disabilitas | Headline Bogor

KABUPATEN BOGOR – “MEMBUMIKAN ALQURAN” dikalangan kelompok masyarakat Tuna Netra, bisa jadi hanya kalimat ini yang mungkin pantas mewakili untuk menggambarkan situasi kegiatan Training of Trainee (TOT) Alquran Brailee di Kabupaten Bogor.

Bertempat di sekretariat Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Bogor sedang diselenggarakan TOT Alquran Brailee, Yang di agendakan penyelenggaraannya selama 40 hari, diikuti 20 peserta penyandang tunanetra dari setiap wilayah di Kabupaten Bogor. Dalam pelaksanaannya TOT Alquran Brailee dilakukan dengan metode khusus serta staff pengajar yang handal yang juga penyandang tuna netra.

Ditengah minimnya Anggaran kegiatan TOT Alquran Braille Ketua Umum IPSM Dian Firmansyah masih optimis kegiatan ini berjalan sesuai agenda yang ditentukan.

Melalui kegiatan tersebut Dian berharap bisa memberikan inspirasi bagi Pemerintah Daerah khususnya Pemerintah Kabupaten Bogor untuk bisa lebih serius dalam melayani serta mengayomi masyarakat yang berkebutuhan khusus tersebut.

“Kami merasa IPSM memang harus mengambil bagian ini, kami melihat kelompok masyarakat penyandang disabilitas juga mempunyai hak yang sama seperti masyarakat Indonesia lainnya, dan memang itu sudah disahkan dan tertulis dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas, tetapi kami belum melihat adanya keseriusan dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menurunkan Undang Undang tersebut sebagai dasar lahirnya regulasi – regulasi yang bersifat lokal.”ucapnya.

“Kami berharap perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengarahkan kelompok penyandang disabilitas lebih menitikberatkan kepada kemandirian mereka, sehingga tergali potensi mereka yang bisa menjadi kontribusi nyata dalam mengisi pembangunan Negara Republik Indonesia ,dan tidak lagi hanya menjadi “Objek Pembangunan” yang terus menerus menerima bantuan tanpa ada upaya pembinaan yang nyata.” ujar Dian

Lebih lanjut Dian Harapan IPSM tidak lah berlebihan tentunya, kegiatan ini bisa dikatakan yang pertama di Kabupaten Bogor dan berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bisa melihat potensi positif dari kegiatan ini.

Lebih lanjut Dian Firmansyah mengatakan

“kami sudah memberitahukan secara resmi kegiatan TOT Alquran Braille kepada wakil kami di DPRD Kabupaten Bogor, akan tetapi seperti nya tidak mendapat respon positif, kami menduga bahwasanya masyarakat penyandang Tuna Netra wilayah Kabupaten Bogor bukanlah bagian penting untuk diwakili oleh mereka yang “mengaku” wakil rakyat yang berada didalam gedung DPRD Kabupaten Bogor sana utamanya komisi IV yang memang membidangi permasalahan ini,” tambah Dian

Deen Muhammad Fawzy yang merupakan salah satu panitia mengatakan kegiatan TOT Alquran Braille sepenuhnya didanai dari hasil bantuan masyarakat yang dihimpun serta dikelola melalui badan otonom yang dibentuk oleh IPSM Kabupaten Bogor bernama SAKU AMANAH tersebut.

“Tidak ada keterlibatan dana pemerintah atas kegiatan ini, murni 100% kami himpun dari masyarakat, baik yang datang langsung untuk melihat dan memberikan bantuan ataupun dari masyarakat Indonesia yang kami himpun melalui rekening SAKU AMANAH.” ujar Deen

“Akan lahir para guru guru mengaji untuk para panyandang Tunanetra di Kabupaten Bogor dari kegiatan ini, merekalah para peserta yang akan menjalankan program pemberantasan buta huruf yang meliputi baca dan tulis Alquran di wilayah asal mereka masing masing di Kabupaten Bogor ketika kegiatan ini selesai nantinya. “tambah Deen

Melihat kegiatan ini berjalan dengan baik dan sangat positif seharusnya memang pantas pemerintah pusat atau pun daerah bisa mendampingi sekaligus melaksanakan kegiatan ini didaerah lain diseluruh wilayah Indonesia.

Herry Daily

KOMENTAR