Select Page

Rangkul Ulama, Ade Yasin-Iwan Menuai Pujian Mahasiswa | Headline Bogor

Rangkul Ulama, Ade Yasin-Iwan Menuai Pujian Mahasiswa | Headline Bogor

CIBINONG – Keinginan dan komitmen pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati (Cabup–Cawabup) Bogor, Hj.Ade Yasin dan H.Iwan Setiawan (HADIST), untuk melibatkan kalangan ulama dalam menjalankan pemerintahan daerah serta menyusun program pembangunan, mengundang pujian dari banyak pihak. Termasuk, menuai pujian dan bahkan dukungan dari elemen mahasiswa dan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di wilayah Bogor.

“Saya melihat pasangan HADIST punya political will yang kuat untukĀ  memajukan Kabupaten Bogor. Salah satu indikatornya ialah komitmen duet HADIST ini untuk meminta saran pendapat dari para ulama dalam memimpin dan perencanaan serta pelaksanaan pembangunan daerah,” kata aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yosi Ridwan di Cibinong, Rabu (22/3/17), menanggapi pertanyaan wartawan terkait wacana pelibatan ulama dalam pembangunan daerah.

Menurut Yosi, tentu saja niat dan komitmen Ade Yasin-Iwan sangat tepat, karena ulama memang punya peran penting dalam menggerakan umat dalam konteks pembangunan dan menjaga suasana kondusif untuk melancarkan program-program pemerintah daerah. “Saya apresiasi niat bu Ade dan Pak Iwan, itu sangat baik. Dan sepertinya Cabup-Cawabup lain belum ada yang berkomitmen dengan ulama,” jelasnya.

Yosi, mahasiswa asal Kabupaten Bogor yang dipercaya menjabat Bidang Pengembangan Ekonomi Pengurus Besar PMII ini, menambahkan, bahwa dengan mengacu pada saran dan pendapat ulama, bisa dimaknai bahwa Ade Yasin dan Iwan Setiawan ingin mendapatkan masukan yang selaras dengan ajaran agama dan juga menyerap aspirasi umat melalui ulama. “Bagi saya, komitmen Ade Yasin kepada ulama sangat luar biasa, perlu kita dukung itu,” imbuh mantan Ketua PC PMII Kab Bogor ini.

Senada dengan Yosi, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sekaligus ketua Serikat Pemuda dan Mahasiswa Bogor (SPMB) Farid Abdul Mu’min mengaku sangat terkesan dengan keinginan pasangan HADIST yang menjadikan ulama sebagai tempat bertanya. “Ulama dan pemerintah memang harus harmonis dan sinergis dalam rangka menyukseskan pembangunan daerah,” ujar Farid.

Dikatakannya lagi, dalam konteks penyusunan program-program pembangunan daerah, masukan dari ulama tentu saja jauh dari interest pribadi atau kelompok. Para ulama tentu obyektif, proporsional dan independen, sehingga usulan, saran dan pendapat yang disampaikan ulama kepada pemerintah daerah semata-mata untuk kesejahteraan umat serta tidak akan melenceng. SPMB mengapresiasi dan mendukung niat pasangan HADIST ini,” pungkasnya.

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *