Select Page

Saka Adhyatsa Menjadi “Legitimasi” Netralitas Gerakan Pramuka | Headline Bogor

Saka Adhyatsa Menjadi “Legitimasi” Netralitas Gerakan Pramuka | Headline Bogor

KABUPATEN BOGOR – Sebagai tindak lanjut antara Bawaslu RI dengan Kwarnas Pramuka dalam rangka pembentukan Saka Adhyatsa Pemilu, Panwaslu kabupaten Bogor mengadakan pertemuan dengan gerakan pramuka Kwarcab Kabupaten Bogor di Hotel M-One Sukaraja Bogor (Kamis, 10 Mei 2018)

Hadir dalam acara tersebut Ketua Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto, Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kabubaten Bogor Burhanudin dan Staf Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar lembaga Panwaslu Kabupaten Bogor Imam Sunandar, S.Pd.I, sedang untuk perwakilan Gerakan Pramuka Kwarcab Kabupaten Bogor hadir Ahmad Kosasih serta puluhan anggota pramuka Kwarcab Kabupaten Bogor sebagai peserta.

“Secara pengkaderan kita semua tahu kapabilitas gerakan Pramuka sudah tidak ragukan lagi kualitasnya, dari tingkat sekolah dasar hingga seterusnya, tidak ada istilah pensiun.” ujar Komisioner Panwaslu Kabupaten Bogor, Burhanuddin

Lebih lanjut Burhanuddin menilai Gerakan Pramuka adalah gerakan yang sangat strategis, serta organisasi yang masih diakui netralitasnya.

“Gerakan pramuka kami anggap sangat strategis, bisa dibilang dari seluruh organisasi kelembagaan di Indonesia Pramuka masih yang terbaik dalam bersikap netral, politisasi didalam organisasi nya tidak kental,” tambah Burhanuddin

Sejak dibentuk gerakan Pramuka adalah gerakan yang bersifat dan berkomitmen untuk tidak berpolitik.

“Bahwasanya Pramuka sudah ada jauh sebelum adanya demokrasi di Indonesia, lahir pada tahun 1961 dan langsung berkomitmen menentukan tujuan, bahwasanya gerakan Pramuka adalah sebuah lembaga pendidikan diluar sekolah dan diluar rumah yang bersifat sosial dengan sasaran terakhirnya adalah untuk membentuk generasi muda yang berkarakter dan berbudi pekerti luhur.” ucap Ahmad Kosasih

Dalam kesempatan yang sama Ahnad Kosasih menyampaikan rasa terima kasih atas diundangnya Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor pada forum diskusi serta dalam rangka pembentukan Saka Adhyatsa. Sehingga mempunyai kesempatan untuk mendapat ilmu tentang pengawasan dan tindakan hukum terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada.

Sebagai informasi Saka Adhyatsa yang mempunyai arti Satuan Karya adalah wadah pembinaan penegak dan Pandega usia 16 sampai 25 tahun dalam menyalurkan minat dan bakat. Sementara Adhyatsa sendiri diambil dari bahasa sansekerta yang berarti pengawasan.

Herri Delly H.

KOMENTAR