Select Page

Silvia Citra Lestari : Pelecehan Seksual Terhadap Anak Di Kabupaten Bogor | Headline Bogor

Silvia Citra Lestari : Pelecehan Seksual Terhadap Anak Di Kabupaten Bogor | Headline Bogor

KABUPATEN BOGOR – Dalam rangka mewujudkan Visi Misi Kabupaten Bogor sebagai kabupaten termaju di Indonesia tentunya harus memiliki sumberdaya manusia yang baik, handal, dan bermoral. Dalam proses mewujudkannya tentu membutuhkan waktu yang lama agar proses.

Pembangunan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Sebagai kabupaten yang memiliki 5,6 juta penduduk, akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Kabupaten Bogor, jika tingkat pendidikan dan kecakapannya mempuni. Tetapi akan menjadi tantangan tersendiri jika masyarakatnya apalagi anak remajanya sebagai penerus masih minim pendidikan dan kurangnya bimbingan moral.

Tentu akan menjadi miris dan pesimis jika sampai saat ini angka tawuran pelajar dan kejahatan seksual terhadap anak masih tinggi di Kabupaten Bogor. Pelajar dan anak-anak sebagai penerus pembangunan di Kabupaten Bogor yang seharusnya produktif dalam prestasi justru malah berprilaku yang jauh dari bimbingan moral, apalagi kejahatan seksual yang sering dilakukan oleh para Predator terhadap anak yang akan memberikan rasa trauma tersediri bagi anak.

Padahal di dalam pasal 9 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak bahwa Setiap Anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan Kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.

Selanjutnya Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pernah menyebut bahwa Kabupaten Bogor masuk ke dalam zona merah dalam kasus kejahatan dan kekerasan terhadap anak. Selama 2016 saja sudah ada 139 kasus yang pernah terjadi.

“Baru-baru ini pada tanggal 11/08/2018 kami (Forum Pemberdayaan Perempuan BEM KM UNIDA) melakukan pendampingan Psikologis terhadap korban pelecehan seksual yang terjadi di kecamatan Cisarua. Kasus yang sebetulnya sudah masuk BAP di Polres Bogor dengan No laporan STBL/B/1325/XI/2017/JBR/RES BGR, justru sampai saat ini belum ada kejelasan. Pelaku dengan inisial O telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak berumur 7 tahun.

Besar harapan kami Polres Bogor bisa bertindak secara tegas terhadap pelaku/Predator yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak ini. Jangan sampai Polres Bogor membiarkan Predator anak terus berkeliaran dan memakan korban yang lainnya. Dan dalam waktu dekat kami akan beraudiensi dengan pihak Polres terhadap kejelsan kasus ini.

Juga dalam pencegahan kasus pelecehan seksual kami akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten Bogor dan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak).
Semoga kabupaten Bogor memiliki anak-anak yang cerdas, pintar dan jauh dari gangguan Predator anak demi terciptanya kabupaten Bogor yang layak anak dan menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

Ditulis Oleh : Silvia Citra Lestari (Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan BEM KM UNIDA)

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *