Select Page

Ujian Paket C Peserta Dipungut Biaya Rp2,5 Juta

Ujian Paket C Peserta Dipungut Biaya Rp2,5 Juta

Ciawi (Headlinebogor.com) – Ujian Nasional Program Kesetaraan (UNPK) Paket C tahun 2017 gelombang pertama, 15-16 April, baru saja selesai dilaksanakan. Sama halnya dengan penyelenggaraan ujian di lembaga pendidikan formal, UNPK paket C juga dilaksanakan dua model yaitu berbasis komputer dan kertas. Pantauan, secara teknis pelaksanaan UNPK paket C berbasis kertas maupun komputer di Bogor berjalan lancar.

Hanya saja penyelenggaraannya tercoreng dengan adanya praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab. Di Kecamatan Ciawi, sejumlah peserta harus mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah untuk bisa mengikuti ujian kesetaraan setingkat SMA ini. ”Bayar Rp2,5 juta agar bisa ikut ujian tahun ini. Tapi baru bayar Rp1,5 juta karena belum memiliki uang. Bukti kwitansi pembayarannya pun ada,” tutur pria bernisial R peserta ujian paket C.

Remaja drop out ini mengaku ditawari tetangganya mengikuti ujian paket C agar mendapatkan ijazah setara SMA. Karena butuh untuk melamar pekerjaan, ia pun menyanggupi. Meskipun konsekuensinya harus bayar sejumlah nominal yang dimaksud.

”Ujian dilaksanakan di salah satu SMA swasta, Sabtu dan Minggu kemarin. Mudah-mudahan lulus,” katanya. Tentunya keikutsertaan R ini dipertanyakan. Sebab sesuai aturan Kemendikbud, penyelenggaraan UNPK paket B dan C, warga belajar yang mengikuti ujian nasional harus masuk ke dalam Data Pokok Pendidikan Masyarakat (Dapodikmas). Berbeda dengan tahun sebelumnya, mengikuti ujian paket bisa langsung mendapatkan ijazah paket C.

Namun untuk tahun sekarang, bila tidak memasukkan peserta didiknya ke dalam Dapodikmas ini, maka dipastikan tidak bisa mengikuti ujian nasional. Di samping itu, setiap peserta didik harus mengikuti belajar dan pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) masing-masing di setiap kecamatan. (ash/b/suf/dit/)

 

 

Sumber : metropolitan.id

KOMENTAR