Select Page

TRAVELING MURAH ALA “BALAD JONGLA” KE KRAKATAU

TRAVELING MURAH ALA “BALAD JONGLA” KE KRAKATAU

(Headlinebogor.com) – Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu destinasi wisata Lampung yang menakjubkan. Letaknya yang berada diantara dua pulau besar yaitu Sumatera dan Jawa objek wisata ini mudah untuk dicapai dengan perjalanan darat dan laut. Kali ini Balad Jongla yang merupakan salah satu komunitas traveling di Bogor akan berbagi tips murah perjalanan ke Krakatau.

Pertama dari Terminal Baranang Siang Bogor menuju Pelabuhan Merak menggunakan bus yang hanya ada sampai pukul 16.00. Sebenarnya selain naik bus dapat juga menggunakan kereta api menuju pelabuhan tersebut. Bila waktunya sudah terlalu sore bisa naik bus dulu ke terminal Kampung Rambutan lanjut naik bus ke Pelabuhan Merak.

Setiba di Pelabuhan Merak hindari pedagang makanan jika ingin berhemat. Dalam perjalanan kelompok, bisa ditugaskan beberapa orang sebagai bagian logistik. Mereka ini lah nantinya yang menjadi sumber ransum bagi kami kapan pun dimanapun. Tinggal cari pojokan yang cukup luas lalu keluarkan kompor dan panci portabel kemudian masaklah segala ransum perbekalan yang dibawa.

Perjalanan dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni ditempuh selama 2 jam, untuk menghemat kami menaiki kapal feri kelas ekonomi. Setiba di Pelabuhan Bakauheni, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkot ke Pelabuhan Canti kurang lebih 1,5 jam. Dari Pelabuhan inilah nantinya akan ada kapal nelayan yang mengangkut kita ke beberapa pulau yang menjadi destinasi paket trip anak Krakatau. Agar semua destinasi dapat dikunjungi usahakan sudah ada sebelum pukul 07.00. Jangan khawatir untuk makanan bila sudah menerapkan trik kami untuk menekan biaya konsumsi yaitu gelar, keluarkan, masak dan santap ramai-ramai.

Pulau yang pertama di tuju ada Pulau Sebuku untuk snorkling, lalu lanjut ke Pulau Sebesi untuk snorkling, tapi sayang terumbu karang yang terlihat tak begitu bagus.

Sore harinya kami naik kapal kembali untuk nikmati sunset di Pulau Umang sambil ber”hammock ria, dan tak lupa kompor dibawa, agar bisa masak air dan seduh kopi/teh. Malam harinya kami habiskan di homestay dengan barbeque dan ngopi ngopi, sayang saya tak kebagian event ini, saking lelahnya.

Keesokan harinya kami akan menuju Krakatau. Perjalanan kami mulai sebelum shubuh, ombak yang kencang membuat kapal terguncang bersamaan dengan perut yang mulai mual. Sedikit saran sebaiknya minum obat anti mabuk sebelum lakukan perjalanan menuju krakatrau.

Setelah beristirahat sebentar dan tunaikan sholat shubuh, kami mulai trekking menuju Gunung Anak Krakatau. Rasa takjub, senang bercampur karena bisa menginjakkan kaki di gunung tersebut. Trekking ke puncak dua Krakatau tidak begitu sulit, apalagi ditemani indahnya pemandangan indah di sekeliling.

Sampai di puncak ke dua, kita memang tak diperbolehkan naik sampai puncak utama, karena selain tanahnya yang masih rapuh sepertinya masih ada gas yang keluar dari celah gunungnya yang beracun. Cukup lama kami disana nikmati suasana alamnya. Sarapan kami lakukan disana dengan kembali gelar kompor, yang tak lain masak mie dan ngopi atau ngeteh.

Aktivitas terakhir kami disana adalah snorkling di Lagoon Cabe, sayang arusnya cukup kencang dan pemandangan bawah lautnya tak begitu bagus. Banyak karang yang rusak mungkin akibat banyaknya yang berkunjung sehingga jangkar2 kapal kapal merusak cukup banyak terumbu karang. Snorkling yang kami lakukan kali ini tak lama, karena kami harus bersegera ke homestay untuk bersiap siap pulang.

Untuk pulang perjalanan yang kami tempuh sama halnya seperti perjalanan berangkat. Hanya yang mengesankan ketika di kapal. Bila berangkat kami duduk tak beralaskan apa- apa, tapi ketika pulang kapal kami menyediakan empat duduk dan dengan tv yang memadai menayangkan film.

Dini hari kami alhamdulillah tiba dengan selamat di Bogor. Untuk keseluruhan perjalanan ini setiap kami hanya mengeluarkan empat ratus ribu. Murah untuk perjalanan berkesan dan menyenangkan.

kiriman : Cici Lathifah

 

KOMENTAR