alterntif text

Select Page

alterntif text

Aksi 1000 Lilin di Tugu Kujang Bagi Korban Penembakan di Deiyai Papua

Aksi 1000 Lilin di Tugu Kujang Bagi Korban Penembakan di Deiyai Papua

Bogor (Headlinebogor.com) – Aliansi mahasiswa peduli Masyarakat Papua menggelar doa dan penyalaan 1000 lilin di Tugu Kujang, Rabu (9/8) pukul 17.00-22.00 WIB.

Aksi ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi​ seperti Ikatan Mahasiswa Papua  Bogor (IMAPA), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Pemuda Demokrat.

Yanko selaku koordinator lapangan mengatakan bahwa aksi ini merupakan wujud dari kepedulian terhadap korban kekerasan dan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua, di mana pihak militer dengan seenaknya menembak orang pribumi Papua yang tidak bersalah.

“Kami menyalakan Lilin dan mendoakan bagi korban penembakan oleh militer di Deiyai pada 1 Agustus 2017 yang menelan korban jiwa. Kami mengecam dan mengutuk tindakan refresif militer Indonesia dan pelaku penembakan harus di usut sampai tuntas. Kami juga meminta agar PT dewa  (sala satu perusahaan yang memobilisasi Brimob ke TKP) segera di usir dari kabupaten Deiyai”. Ujar Yanko

Ketua Presidium PMKRI cabang Bogor, Yogen Sogen mengatakan bahwa aksi penyalaan 1000 lilin dan doa ini merupakan wujud kepedulian bagi korban penembakan dan mendoakan bagi masyarakat Papua yang mengalami tekanan di tanahnya sendiri. Lilin sebagai simbol terang jiwa bagi yang meninggal, juga sebagai penerang bagi gelapnya HAM, demokrasi dan hukum di Papua, selama ini kasus pelanggaran HAM di Papua sering terjadi dan kasusnya tidak pernah selesai bahkan terus membelenggu masyarakat Papua.

“Kita menuntut negara dan pemerintah hadir dan menuntaskan berbagai persoalan peristiwa pelanggaran HAM tersebut. Di tanah Papua kebebasan bagi momok yang menakutkan bagi orang asli Papua, Papua hanya dilihat sebagai ladang yang subur bagi negara tapi masyarakatnya tandus untuk diberikan ruang berekspresi untuk hidup mereka. Mari kita memeluk Papua dengan kasih bukan dengan tindakan kekerasan.Penembakan oleh aparat tersebut merupakan matinya nurani manusia dan pelemahan terhadap hukum di Indonesia. Kemerdekaan seperti apa yang dijanjikan ketika bulan penyambutan momentum kemerdekaan Indonesia diselingi dengan pembunuhan yang kejam oleh aparatur negara.” Ujar Yogen

Secara garis besar 3 poin yang menjadi tuntutan mahasiswa papua terkait penembakan di Deiyai 1 Agustus 20017 yang menewaskan 1 orang meninggal dunia 5 orang kritis dan 11 orang luka luka.

Berikut tiga tuntutan dalam aksi tersebut.

  1. Negara bertanggungjawab atas kejahatan kemanusiaan di Deiyai.
  2. Segera tangkap dan adili pelaku kekerasan sesuai hukum yang berlaku.
  3. Negara harus menjaga hak hidup orang Papua.

 

KOMENTAR

About The Author