Select Page

Advertisement

Bima-Dedie Kenalkan Filosofi Tumpeng untuk Memimpin Kota Bogor | Headline Bogor

Bima-Dedie Kenalkan Filosofi Tumpeng untuk Memimpin Kota Bogor | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Cara unik diperlihatkan Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim saat gerilya kampanye di kawasan Tajur, Muarasari, Bogor Selatan, Kota Bogor, Rabu (25/4/2018). Dalam gerilya itu, calon petahana ini menyerap sejumlah aspirasi warga, menengok warga sakit, hingga mengikuti perlombaan menghias tumpeng.

Dari pantauan, ratusan warga menyambut dengan hangat kedatangan Bima-Dedie. Selain dimanfaatkan untuk berdialog, warga pun tak menyia-nyiakan momen itu dengan berswafoto dengan Bima-Dedie.

Tiba di kawasan RT 3 / RW 6, Muarasari, keduanya memasuki sebuah rumah kontrakan yang di dalamnya didapati ada warga yang sedang terbaring sakit.

Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menemui sekumpulan warga yang sudah siap menantang Bima-Dedie untuk menghias tumpeng. Ada lima perwakilan warga dari lima RW yang mengikuti kegiatan itu.

Bima-Dedie yang berada di meja keenam pun tampak siap melayani tantangan kaum ibu itu. Tangan keduanya cukup cekatan menghias tumpeng berwarna putih. Bima-Dedie diberi kesempatan 10 menit untuk menyajikan tumpeng kepada juri sebelum akhirnya dimakan bersama dengan warga sekitar.

Keduanya tampak bekerjasama cukup apik. Bima Arya fokus menghias tampilan secara keseluruhan. Sementara Dedie memperhatikan betul detail-detail tumpeng, termasuk menempatkan lalapan segar.

“Tugas saya dengan Kang Dedie melayani warga, bukan berkuasa. Tapi mengabdi untuk warga. Filosofinya sama dengan kegiatan menghias tumpeng ini. Tidak hanya kotanya saja dipercantik dan ditata, tapi warganya juga harus sejahtera. Inilah tumpeng untuk dinikmati, tumpeng untuk bikin warga kenyang. Seperti Kota Bogor yang warganya harus sejahtera dan kotanya harus dipercantik dan ditata supaya bahagia,” jelas Bima.

Dalam kesempatan itu juga, Bima-Dedie juga memaparkan program-program prioritas selama lima tahun ke depan. Mulai dari renovasi RTLH menjadi rumah layak huni, BPJS Kesehatan bagi warga kurang mampu hingga komitmen untuk menekan angka putus sekolah dengan program beasiswa dan bantuan lainnya. Tak ketinggalan, penyediaan lapangan pekerjaan.

“Insya Allah wakil saya, Kang Dedie, bisa membuat sistem birokrasi yang melayani dan tidak menyusahkan warga. Karena uang rakyat harus kembali ke rakyat. Bantuan harus tepat sasaran,” pungkasnya.

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *