Select Page

Advertisement

Diduga Di PHK Sepihak, Karyawan Finance Mengadu Ke Disnaker Kota Bogor | Headline Bogor

Diduga Di PHK Sepihak, Karyawan Finance Mengadu Ke Disnaker Kota Bogor | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Alfian, yang merupakan karyawan swasta sebuah perusahaan finance di Kota Bogor hari ini ( 13 Juli 2018) mendatangi kantor Disnakertrans Kota Bogor, kedatangan Alfian sendiri, hendak mengadukan Putusan Hubungan Kerja (PHK) perusahan ia bekerja yang diduga hanya sepihak.

Kepada media, Alfian menuturkan bahwa dirinya telah di PHK oleh perusahaannya, namun hingga saat ini Alfian belum adq kesepakatan dari proses bipartit ( Sebuah tahapan berupa negosiasi atau musyawarah antara perusahaan dan pegawainya saat pemutusan hubungan kerja terjadi) sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1 Angka 10 Undang -undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial yang selanjutnya disebut UU PPHI.

“Saya datang ke Dinaker dalam rangka upaya mediasi yang akan dilalukan Disnaker Kota Bogor dengan perusahaan tempat saya bekerja, mediasi ini mengenai PHK yang menimpa saya,” ujar Alfiam

Alfian menambahkan, proses bipartit antara ia demgan perusahaan telah dilalui, namun dirinya tidak mau menandatangani karena tidak tercapainya kesepakatan antara dirinya dengan perusahaan. Karena menurut Alfian pesangon atau gaji yang keluar harus sesuai perhitungan. Alfian pun mempertanyakan nilai performance atas kinerja ia yang dianggap kantor cabang berada di 5 % yang mengakibatkan dirinya memperoleh Surat Peringatan (SP) 1, sedang Alfian sendiri menilai performance dirinya berada di 7%, dan tidak di ambang batas yang telah ditetapkan kantor pusat yakni 10%.

“Sudah ada proses bipartit, tapi saya tidak mau tanda tangan, selain karna ingin pesangon atau gaji saya cair sesuai perhitungan, dan saat awal keluarnya SP I saya tidak merasa performance saya turun. Karena Kantor pusat tempat saya bekerja menetapkan ambang batas 10%, performance saya 7%, sedangkan kantor cabang Kota Bogor menetapkan aturan sendiri sebesar 5%”, pungkas Alfian.

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *