Select Page

Disematkan PIN Teupa Pajajaran dan Kujang Naga, Ini Harapan Budayawan Bogor Untuk Achmad Ru’yat | Headline Bogor

Disematkan PIN Teupa Pajajaran dan Kujang Naga, Ini Harapan Budayawan Bogor Untuk Achmad Ru’yat | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Hadir sebagai tamu undangan istimewa, Calon Wali Kota Bogor Achmad Ruyat langsung disematkan pin oleh pengurus Padepokan ‘Gosali’.
Pin berlogo maung Pajajaran bertuliskan ‘Padepokan Tepa Pajajaran’. Pemberian PIN juga dilakukan bersamaan dengan penyerahan simbolis sebilah pusaka jenis ‘Kujang Naga’ dimana peninggalan Kerajaan Pajajaran Prabu Siliwangi.

Salah satu Pengurus Padepokan Roni Ramdoni mengatakan, Pin Padepokan Tepa Pajajaran disematkan sebagai wujud penghargaan dan apresiasi dari perwakilan pengurus dan anggota Padepokan yang terdiri dari empat organisasi para Budayawan dan Sejarahwan di Bogor.

“Ini sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada beliau, yang mana beliau sebagai calon pemimpin Kota Bogor bisa hadir bersama- sama kami di Padepokan ‘Gosali’. Selain harapan untuk pemimpin yang bisa memperhatikan lebih para budayawan,” ujar Roni pemilik nama Ki Sangyang Naga.

Dikatakan Roni, simbolis Kujang Naga dimaknai sebagai senjata tradisional masyarakat Jawa Barat, tepatnya di Pasundan tatar sunda dan Kujang dikenal sebagai senjata yang memiliki nilai kekuatan yang tinggi.

“Kujang Naga ini sebagai pusaka pada masa kerajaan di Pajajaran, dimana pusaka tersebut duluny di pakai oleh pejabat dan menak kerajaan,” tuturnya. “Berkaitan dengan itu, Hewan naga dipercaya sebagai hewan mitologi tertinggi, mempunyai kedudukan tinggi,” tambahnya.

Achmad Ruyat yang juga pernah menjabat Wakil Wali Kota berpasangan dengan Diani Budiarto sebagai Wali Kota dua periode merasakan kebanggan tersendiri ketika para budayawan dan sejarahwan yang belum ditemui sebelumnya ini bisa memegang langsung Kujang jenis Naga. Terlintas penuh harap dan rasa penasaran hadir dibenak calon pemimpin dari kader senior PKS itu.

“Sebetulnya saya ingin sekali berlama di sini (Padepokan), ingin lebih tahu soal senjata atau pusaka-pusaka yang ada di padepokan ini, apalagi pusaka Kujang jenis Naga yang diserah simboliskan oleh pengurus kepada saya. Selain ingin lebih jauh berdiskusi dan membahas semua tentang budaya dan sejarah masa lalu yang berhubungan dengan Bogor,” ungkapnya.

Keinginan para budayawan untuk mempersatukan kembali budayawan dan sejahrawan di Bogor ini tentu saja menjadi catatan penting yang harus dikembangbiakam dan digalakan, dirasa saat ini geliatnya sudah mulai berkurang.

“Budaya ini modal sosial yang harus dipertahankan dan ditumbuh kembangkan.
Agar semua itu terwujud dan kembali bergairah, tentu kedepan harus dimulai dengan diadakanya berbagai kegiatan seni,budaya di Kota Bogor. Misal gelaran festival mulai di wilayah sampai tingkat Kota Bogor. Insha allah, kalau itu dilakukan ghirohnya akan kembali tumbuh, sesuai apa yang diharapkan para budayawan dan sejarahwan Bogor saat ini, “jelas Ruyat menyampaikan dalam diskusi ringan bersama pengurus padepokan yang dihadiri warga sekitar wilayah RW01, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, Kamis (29/03/18).

Sebagai informasi, Padepokan Gosali dalam waktu dekat, tengah mempersiapkan gelaran ‘Kirab’ pusaka, bertujuan mempersatukan kembali budayawan di Bogor. Kirab kali pertama dan terbesar di Kota Bogor, bahkan se-Jawa Barat. Rencananya, gelaran akan dihadiri oleh ribuan pencinta seni dan budaya dari berbagai kalangan masyarakat.

Kirab dimulai pada 6 Mei 2018 mendatang. Dimulai dari Balai Kota Bogor dan berakhir di Gor Pajajaran Bogor. Hadir unsur Muspida, pejabat daerah, dan para pasangan calon Wali Kota Bogor periode 2018-2023.

KOMENTAR