Select Page

alterntif text

HANURA Siapkan Bagus dan STS di Pilwalkot Bogor 2018

HANURA Siapkan Bagus dan STS di Pilwalkot Bogor 2018

DPC Partai Hanura Kota Bogor telah mengeluarkan rekomendasi paket Bagus dan STS untuk maju di Pilkada serentak 2018. “Calon walikotanya kang Bagus dan wakilnya pak Sugeng,” kata Ketua Bapilu Partai Hanura Kota Bogor, Frenky Alexander Siritonga saat ditemui dalam kegiatan deklarasi dukungan terhadap Dedi Mulyadi maju sebagai calon Gubernur di Pilgub Jabar, kemarin.
Menurutnya, rekomendasi ini baru sebatas usulan dari tingkat DPC. Namun, usulan itu sudah diserahka ke DPD Partai Hanura Jawa Barat. Sehingga, saat ini pihaknya masih menunggu Surat Keputusan (SK) secara resmi dari tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Untuk SK DPP kita masih menunggu. Target di akhir November Insya Allah sudah keluar,” ucapnya.
Frenky menjelaskan, alasan kenapa Partai Hanura Kota Bogor memilih paket Bagus dan STS di Pilwalkot Bogor 2018, tentu dengan dikeluarkannya rekomendasi untuk keduanya itu berarti sudah mempunyai nilai plus tersendiri kenapa harus dipilih. “Intinya kita meyakini bahwa kedua calon ini adalah pemenang. Makanya kita sudah mengeluarkan rekomendasi untuk mereka berdua,” jelas dia.
Disinggung terkait PDI Perjuangan belum mengeluarkan rekomendasi untuk calon yang diusung, lelaki berperawakan besar ini menuturkan, memang di PDI P Kota Bogor ada dua calon, yaitu STS dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Danubrata yang kemungkinan akan diusung di Pilwalkot Bogor 2018. Namun, pihaknya disini tidak melihat posisi DPC atau struktural partai, tetapi lebih melihat kader PDI Perjuangan.
“Kita mencoba memajukan kadernya, yaitu pak STS untuk jadi wakil kang Bagus,” imbuhnya.
Dirinya menambahkan, kalau untuk kemungkinan terburuk STS tidak dicalonkan partai berlambang banteng moncong putih itu, tentu Partai Hanura dengan segala resikonya sudah mencari alternatif lain. Namun, saat ini pihaknya masih meyakini bahwa STS merupakan calon yang akan diusung PDI Perjuangan.
“Kita sudah mengeluarkan satu pasang calon yang tidak mungkin bisa dirubah lagi. Kalau pun harus berubah, kita akan cari alternatifnya, apakah itu ke partai lain atau seperti apa. Itu lebih diserahkan ke figurnya, kang Bagus dan pak Sugeng seperti apa kesepakatannya,” tutupnya.

KOMENTAR

About The Author