Select Page

Ketua PGRI Kota Bogor Dukung Kebijakan Walikota Bima Arya | Headline Bogor

Ketua PGRI Kota Bogor Dukung Kebijakan Walikota Bima Arya | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Dengan adanya wacana Walikota Bogor Bima Arya terkait akan menutup sekolah – sekolah di Kota Bogor yang siswanya sering terlibat tawuran. Drs. H. Basuki sebagai Ketua PGRI Kota Bogor mendukung kebijakan orang nomor di Kota Bogor tersebut selain perlu adanya penerapan tata tertib sekolah yang tegas bagi siswa.

Menurut Basuki, dulu pernah dibuat tata tertib sekolah bagi siswa untuk seluruh sekolah Kota Bogor bersama Dinas Pendidikan yang dipimpin oleh Fahrudin.

“Setiap upacara dibaca tata tertib itu, manakala melanggar salah satu janji, maka siswa siap untuk dikeluarkan dari sekolah, tata tertib tersebut sebagai rambu – rambu mengikat anak (siswa-red) agar tidak berbuat tawuran, narkoba, sanksi tersebut termasuk sanksi yang berat sebab itu harus dikembalikan kepada orang tua,” ujar Basuki yang juga Kepala Sekolah SMA PGRI 3 Kota Bogor kepada awak media di ruangannya (23 Juli 2018)

Kemudian lanjut Basuki, untuk penonaktifan Kepala Sekolah Basuki menyetujui kebijakan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

“Itu sudah jelas, saya setuju dengan pendapat Walikota, Kepala sekolah bisa di non aktifkan manakala anak melakukan hal yang sama berati pembinaan kepala sekolah terhadap guru dan siswa kurang,” ungkapnya.

Namun menurut Basuki, tawuran yang terjadi di luar lingkungan sekolah belum tentu kesalahan sekolah

“Kita tahu di sekolah itu hanya beberapa jam, selebihnya ada di luar (orang tua), jadi memang semata – mata sekolah juga belum tentu salah, terlepas dari salah atau tidak manakala siswa tawuran apalagi sudah rombongan begitu maka pengawasan dan kontrol guru-guru bagaimana? Berarti kan tidak ada. Kalo anak sudah rombongan jalan kemudian tawuran guru datang dia juga tidak merasa segan dengan guru, berarti kewibawaan guru dengan tata tertib di sekolah harus dilakukan dengan sebaik – baiknya,” lanjutnya.

“Dulu saya ketika masih jadi Ketua Satgas pelajar, evaluasi terus saya, titik – titik rawan semua siap tangkap itu dibawa ke Dinas, panggil orang tuanya janji dan sebagainya, kalian sudah membawa senjata dan sebagainya,” sambungnya.

Basuki berharap Walikota dapat mendatangi sekolah – sekolahyang sering tawuran untuk daoat berdiskusi

“Saya sudah menyampaikan kepada pak Wali, coba pak wali datang lah ke sekolah yang selalu bikin onar, kan sekolahnya itu jelas kami punya data berapa kali anak itu ribut terus datang ke sekolah adakan diskusi panggil kepala sekolah guru-guru,”paparnya.

Blade

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *