Select Page

Muamar Torik : Saya Optimis Raih Hati Masyarakat | Headline Bogor

Muamar Torik : Saya Optimis Raih Hati Masyarakat | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Jelang Pemilihan Legislatif 2019, sejumlah bakal calon legislatif (caleg) DPRD serta DPR RI dari Partai Berkarya, mendapat pencerahan tentang tahapan kampanye oleh KPU Kota Bogor dan Bawaslu Kota Bogor di Hotel Pangrango 2, Jalan Raya Pajajaran No 32, Bogor, Senin (3/9). Partai Berkarya menjadi pionier di Kota Bogor dalam urusan Bimtek Pemilu. Lamhkan itu ditempuh sebagai bentuk kesadaran supaya bacaleg, tidak melanggar ketentuan. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kota Bogor Rocky F Subun tampak dinatara para Pengurus Cabang serta sejumlah caleg Partai Berkarya Kota Bogor, terlihat juga putra taipan Kota Hujan Muammar Totik. Muamar berangkat dari Dapil 4, Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur, untuk merebut kursi parlemen di DPR RI.

Dalam sesi tanya jawab, para bacaleg dan kader Partai Berkarya Kota Bogor riuh melontarkan beragan pertanyaan terkait aturan kampanyeu kepada Bawaslu. Penyelenggaraan Bimtek Partai Berkarya dengan mengundang KPU dan Bawaslu bisa membuka wawasan mengenai aturan Pileg yang akan dihelat pada 8 April 2019. Apalagi ditahapan kampanye nanti, alat peraga kampanye merupakan instrumen penting dalam bersosialisasi. Diharapkan adanya dapat melahirkan iklim bersaing secara sportif. Diakui Muammar, setelah bimtek, para bacaleg Partai Berkarya, jadi melek aturan tentang pemasangan APK. “Caleg Berkarya siap mengikuti aturan pemilu 2019. Optimis dapat meriah hati masyarakat,”ujar Muamar usai mengikuti Bimtek.

Dikesempatan yang sama Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Elias, menjelaskan caleg yang maju di Pileg 2019, harus paham apa saja yang menjadi aturan main saat kampanye. Melalui penyelenggaraan Bimntek yang mengundang Bawaslu dan KPU, kata Yustinus, Partai Berkarya merupakan partai yang sudah menjalankan Undang-undang Pemilu untuk memberikan pembekalan tentang Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) untuk pemilu 2019.

Dengan adanya Bimtek, caleg jadi bisa membedakan antar Alat Peraga Sosialisasi (APS) dan APK, termasuk larangan kampanye. Terlebih, 23 September 2018 nanti APK sudah bisa digunakan. “Partai Berkarya merupakan partai pertama di Kota Bogor yang mengelar bimtek pemilu dengan mengudang KPU dan Bawaslu,” ujarnya.

Pada kesempata itu Yustinus, menyampaikan agar partai lain juga segera menggelar bimtek kepada para calegnya, supaya mereka paham aturan kampanye. Jika melanggar tahap kampanye caleg akan dicoret.

Tidak hanya itu, kurungan satu tahun menjadi sanksi pidana yang harus diterima. “Antisipasi adanya caleg yang curi start kampanye, Panwascam terus memonitor dan sedang mengumpulkan data mana saja caleg yang sudah melangar,” pungkasnya.

Sumber : bogordaily.net

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *