Select Page

Advertisement

STS Jalin Komunikasi Dengan Tiga Tokoh Partai Politik

STS Jalin Komunikasi Dengan Tiga Tokoh Partai Politik

Kota Bogor – Suhu politik jelang Pilwakot 2018 di Kota Bogor semakin panas, setelah sebelumnya para Ketua Partai Demokrat, Gerindra dan PKS bertemu, hari ini giliran Bakal Calon Walikota Bogor yang mendaftar dari PDI Perjuangan Sugeng Teguh Santoso bertemu dengan 3 Tokoh Partai Politik Kota Bogor (PPP, Golkar dan PKB).

‘ini hanya silaturahmi sambil ngobrol santai soal kota bogor,’ kata Sugeng, Selasa, (15/08).

Dalam pertemuan ini, hadir Empat Tokoh Partai Politik Kota Bogor diantaranya bakal calon Walikota dari PDI Perjuangan Sugeng Teguh Santoso, bacawalkot dari PPP Zaenul Mutaqin, bacawalkot Golkar Tauhid J Tagor dan bacawalkot PKB Heri Firdaus. Pertemuan dalam suasana santai dan rilek ini dilaksanakan di Kedai Soto Ibu Rahayu, Jalan Pajajaran, Selasa (15/8).

Bakal Calon Walikota Bogor yang akrab disapa STS mengatakan, sebagai salah satu bacawalkot dari PDI Perjuangan, tentunya memerlukan komunikasi dengan pimpinan partai politik yang ada di Kota Bogor, yang juga sebagai bacawalkot. “Karena saya bukan sebagai stuktur partai yang memiliki jabatan. Saya membutuhkan komunikasi dengan berbagai pihak, baik para ketua ketua partai maupun bacawalkot,” ungkap Sugeng.

Menurutnya, pertemuan ini dilakukan untuk menjajaki kemungkinan mendapatkan dukungan dari para pimpinan parpol ini dikota Bogor dalam Pilwakot 2018 mendatang.

“Jadi dibutuhkan kedewasaan ketika saling berpasangan atau saling berhadapan di panggung politik. Semua proses menuju Pilwalkot terus berjalan dan memang dibutuhkan politik dinamis serta cair. Kita akan terus menjajaki dan berkomunikasi intensif,” jelas pria yang akrab disebut Bapak Berpeci Hitam.

Sementara Ketua DPC PPP Kota Bogor yang juga bacawalkot, Zaenul Mutaqin menuturkan, pertemuan hari ini merupakan memenuhi undangan bacawalkot STS untuk ngobrol ngobrol dan berkomunikasi soal berbagai hal. Jadi tidak ada khusus yang dibicarakan, santai saja sambil saling bertukar pikiran.

Lanjut Zaenul, wacana soal koalisi pilwalkot dan agenda politik, tentunya apabila politisi ketemu dengan politisi terkait Pilkada pasti ada yang dibahas, dan yang jelas dalam pertemuan para tokoh ini belum ada kesepakatan kesepakatan bersama, jadi ini merupakan silaturahmi antar calon saja.

“Kalau merespon koalisi di tingkat nasional, karena sampai saat ini di Kota Bogor belum terpetakan, dan proses masih sebatas komunikasi antara parpol dan para cawalkot,” ucapnya.

Senada, bacawalkot dari Partai Golkar, Tauhid J Tagor yang juga mengapresiasi pertemuan hari ini sebagai bentuk mempererat silaturahmi. Suasana kebatinan para politisi dan ketua partai di Kota Bogor ini sangat tinggi, dan DPD Golkar Kota Bogor masih fleksibel untuk koalisi di Pilwalkot, walaupun sudah ada intruksi dari DPD Golkar Jawa Barat agar Golkar di daerah berkoalisi dengan PDIP. “Kita akan mengakselerasikan hasil hasil kinerja dan pertemuan internal Golkar di Kota Bogor ini menyangkut Pilwalkot ke DPD Jawa Barat. Semuanya masih berproses, dan Golkar memang sudah membangun komunikasi intensif dengan 5 parpol untuk membangun koalisi,” tandasnya.

Sementara, Ketua DPC PKB Heri Firdaus mengatakan, terkait Pilwalkot memang saat ini sedang dibangun komunikasi lebih intensif antar parpol dan antar bakal calonnya. Pertemuan antar bakal calon bisa inipun menjadi berbagai kombinasi di Pilwalkot, karena tidak menutup kemungkinan dari para tokoh ini ada yang berpasangan atau berhadapan.

Menurut Heri pertemuan ini sebagai bentuk menyatukan kekuatan kekuatan yang ada untuk bersatu bagi Kota Bogor lebih baik. Tokoh tokoh di Kota Bogor sudah sangat dewasa, dan sampai saat ini PKB belum mengambil langkah dan sikap apakah mendukung kembali incumbent di Pilwalkot 2018 atau tidak. “kita lihat saja dinamika kedepan, meskipun saya liat  ZM – STS atau tagor – STS, cocok untuk 2018,” pungkasnya.

 

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *