Select Page

Sugeng Teguh Santoso Berjuang untuk Pancasila dan NKRI

Sugeng Teguh Santoso Berjuang untuk Pancasila dan NKRI

(Headlinebogor.com) – Bertempat di Pendopo Kemang, Kabupaten Bogor, pria yang menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) mengenalkan diri kepada ratusan kader PDI Perjuangan Kota Bogor yang hadir terdiri dari Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting.

“Keinginan saya maju sebagai calon walikota secara tiba-tiba. Saya dengan PDI Perjuangan sudah tidak asing lagi. Sebab, saya juga sudah lama berkiprah di bagian hukum DPP PDI Perjuangan,” kata advokat senior yang akrab dipangil STS sebagaimana dikutip indeksberita.com.

Ketua Front Pembela Indonesia ini melanjutkan, kiprahnya di PDI (red. sebelum PDI Perjuangan) dimulai saat meletusnya peristiwa Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kudatuli) pada 1996. Selanjutnya, secara berturut-turut melalui perjalanan waktu, STS menjadi bagian tim penasehat hukum PDI Perjuangan dimulai saat Pemilihan Presiden Mega-Hasyim pada 2004, Mega-Prabowo 2014. Dan, terakhir Jokowi-JK saat terjadi gugatan dari pihak lawannya di Mahkamah Konstitusi (MK) yang akhirnya dimenangkan kubu presiden dan wakil presiden saat ini.

“Secara jujur, baru sebulan terakhir ini saya memutuskan untuk maju sebagai calon walikota dari PDI Perjuangan setelah melalui perenungan yang lama,” tukas pendiri LBH Satu Keadilan yang saat ini sudah memiliki 4 cabang di empat daerah.

Terkait alasan mencalonkan  diri sebagai kepala daerah, disebutnya karena belakangan ini persatuan dan keragaman bangsa belakangan ini kerap terusik.

“Kita lahir dari keragaman dan dari rahim marhaen yang sama. Saya mencalonkan walikota karena kondisi bangsa ini. Belakangan ini, kita merasa sesama agama seolah ada yang membeda-bedakan. Begitu juga antara satu agama dengan agama yang lain. Ironisnya, pelakunya orang-orang berlabel agama yang bermain politik,” tandasnya.

Kepada ratusan kader PDI Perjuangan Kota Bogor yang hadir di tempat tinggalnya, STS mengajak untuk menjadi duta Pancasila dilingkungannya dan membentengi praktik politik SARA yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.

“Sebab, hanya Pancasila lah yang mempersatukan kita. Jika kita kedepankan agama, kita akan terpecah. Dan, berpotensi akan saling mengklaim surga siapa pemiliknya. Saya juga berkomitmen, andai tidak dapat tiket DPP PDI Perjuangan, saya tidak akan pernah berhenti berjuang untuk Pancasila dan NKRI. Karena, itu sudah merupakan janji saya sejak dulu,” tuntas STS yang langsung disambut teriakan pekik merdeka dari massa banteng.

 

 

Sumber : indeksberita.com

KOMENTAR

About The Author