Select Page

Tawuran Pelajar Sebuah Eksistensi Yang Berujung Pidana | Headline Bogor

Tawuran Pelajar Sebuah Eksistensi Yang Berujung Pidana | Headline Bogor

BOGOR – Tawuran pelajar yang terjadi beberapa waktu lalu di Kota Bogor tidak hanya menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat pada umumnya, namun menjadi perhatian khusus bagi dunia pendidikan di Kota Hujan.

Penyimpangan perilaku para pelajar yang terjadi di Kota Bogor seperti tawuran yang baru – baru ini terjadi, bukan hanya kenakalan remaja semata namun sebuah tindakan kriminal yang menyebabkan kematian. Hal itu mendapat tanggapan dari Pengamat Hukum dan Sosial, Endin. S.H, M.H,CPL

Seperti yang pernah dikatakan Seto Mulyadi, Endin menilai fenomena tawuran pelajar ini adalah kekeliruan dunia pendidikan karena menganggap pelajaran sains lebih penting sehingga mendiskreditkan budi pekerti yang akibatnya banyak anak cerdas terjerumus pada tawuran. Banyak faktor penyebab tawuran, diantaranya faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor lingkungan pergaulan, tawuran berdampak juga pada perkembangan psikologis pelajar dan masyarakat.

“Penanganan tawuran pelajar dari segi hukum dan HAM telah diatur oleh KUHP UU sistem peradilan pidana anak, UU HAM ada hak hidup, hak atas rasa aman, dan hak anak,” kata Endin

Endin menilai tawuran di zaman now seperti layaknya barbar dengan membawa senjata tajam, clurit, dan rantai besi.

“Tawuran ini sebuah satu komando yang terorganisir dengan tujuan bukan hanya eksistensi dalam pergaulan namun tindakan kriminal dengan melukai dan menyakiti tanpa memikirkan segala resiko dan akibat hukumnya,” ungkapnya.

Lanjut Endin, maka tidak heran semua element masyarakat termasuk Walikota Bogor, Dinas Pendidikan dan Satpol PP bergerak cepat mengatasi fenomena tawuran ala barbarian ini dengan membentuk satgas pelajar dan akan membentuk jam malam.

“Kunci dari masalah tawuran pelajar adalah pada sistem pendidikan yaitu kurangnya pendidikan akhlak di sekolah, keluarga, dan lingkungan. Karena menurut saya peran sosial masyarakat bisa turut membantu mengurangi tawuran pelajar ala barbarian ini,” lanjut Endin

Dengan demikian, Endin Berharap, tawuran yang terjadi beberapa waktu lalu yang menyebabkan kematian adalah yang terakhir, dan semoga Kota Bogor bisa menjadi kota yang aman dan nyaman khususnya dunia pendidikan.

Deroy

KOMENTAR