alterntif text

Select Page

alterntif text

TIM HUKUM BERKOORDINASI DENGAN BEBERAPA LEMBAGA NEGARA (Siaran Pers)

TIM HUKUM BERKOORDINASI DENGAN BEBERAPA LEMBAGA NEGARA (Siaran Pers)

SIARAN PERS
TIM HUKUM DAN ADVOKASI SANG PEMBELA
“SUGENG TEGUH SANTOSO”

TIM HUKUM BERKOORDINASI DENGAN BEBERAPA LEMBAGA NEGARA

 

Bogor, sehubungan dengan kasus kekerasan seksual di kota Bogor, tim hukum dan advokasi Sugeng Teguh Santoso selaku kuasa hukum dari MF, ibu korban kekerasan sexual di TK Mexindo, menegaskan bahwa, seharusnya saat ini segera ditetapkan tersangka sehubungan dengan perkara itu., karena kalau tidak segera ditetapkan, tersangka dalam kasus itu, sama saja dengan mengesampingkan hak korban untuk mendapatkan keadilan

Hal ini dikarenakan dalam perkara itu telah dilengkapi oleh bukti – bukti yang kuat seperti visum dan keterangan para saksi juga ahli. Dimana, jika yang dipersoalkan adalah kekuatan bukti, itu bukan kewengan dari kepolisian, tapi kewenangan dari pengadilan untuk memutuskan melalui putusannya. Seharusnya segera ditetapkan tersangka dan limpahkan saja ke pengadilan, kalau memang tidak terbukti, maka putusan pengadilanlah yang akan menjadi jawabannya, karena tugas dari kepolisian bukanlah untuk memutuskan itu.

Perkara Nomor : LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA itu, saat ini sudah memasuki tahap penyidikan, dalam perjalannya ibu korban, korban, dan saksi dari korban mengalami intimidasi dari beberapa pihak, hal ini kemudian direspon oleh Tim Hukum dan Advokasi Sang Pembela “Sugeng Teguh Santoso” selaku kuasa hukum, dengan menghubungi beberapa lembaga negara seperti LPSK dan KPAI Pusat, hingga pada akhirnya dilakukan pertemuan antara Tim Hukum dan Advokasi Sang Pembela dengan Susilaningtias, S.H. (perwakilan dari LPSK) dan Retno Listyarti (komisioner KPAI Pusat) pada tanggal tanggal 23 Agustus 2017.

Dalam pertemuan itu, Tim Hukum dan Advokasi sang pembela meminta kepada LPSK agar korban, ibu korban dan saksi dari korban diberikan perlindungan oleh LPSK sebagai lembaga perlindungan saksi dan korban, serta meminta KPAI untuk juga melakukan pemantauan terhadap berjalannya proses perkara kekerasan seksual di kota Bogor itu.

Sampai saat ini tim hukum dan advokasi Sugeng Teguh Santoso yang dikoordinasikan oleh Prasetyo Utomo telah melakukan pendampingan sejak awal Agustus 2017,  dimana Tim hukum dan advokasi berencana akan mengunjungi beberapa lembaga negara yang terkait dengan perkara itu, dan melakukan beberapa mekanisme hukum untuk mendorong agar perkara itu segera dinaikan ke meja hijau.

Sehubungan dengan hal itu, maka Tim Hukum dan Advokasi Sang Pembela Sugeng Teguh Santoso menyatakan sikap:

Mendorong kepolisian resot Bogor kota agar segera melakukan penetapan tersangka, sehubungan dengan perkara Nomor : LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA, karena sejak dilaporkan tanggal 12 Mei 2017 sampai saat ini perkara tersebut belum memberikan keadilan bagi korban;

Mendesak Kapolri untuk memberikan atensi sehubungan dengan perkara Nomor : LP/476/V/2017/JBR/RESTA BOGOR KOTA, karena hal ini adalah sehubungan dengan perlindungan anak yang merupakan salah satu problem hukum di Indonesia yang menjadi prioritas bagi para penegak hukum untuk ditangani dan untuk segera diselesaikan melalui proses hukum di pengadilan, sebagai wujud pemenuhan hak bagi anak.

Mengundang publik untuk turut serta melakukan pengawasan dan pengawalan kasus tersebut, karena kasus itu telah mengakibatkan seorang anak di Indonesia mengalami trauma psikis dan trauma fisik

Demikian siaran pers ini.

Hormat kami,
TIM HUKUM DAN ADVOKASI SANG PEMBELA “SUGENG TEGUH SANTOSO”

Sugeng Teguh Santoso, S.H.

Prasetyo Utomo, S.H

 

KOMENTAR

About The Author