Select Page

Tinjau Masjid Agung, Bima Arya dan Tokoh Agama Tegaskan Juli 2018 Pembangunan Dimulai Lagi | Headline Bogor

Tinjau Masjid Agung, Bima Arya dan Tokoh Agama Tegaskan Juli 2018 Pembangunan Dimulai Lagi | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto pastikan proyek pembangunan Masjid Agung yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, dimulai kembali pada Juli 2018 nanti. Pembangunan tahap lanjutan itu ditargetkan rampung hingga akhir Desember tahun ini. Tentunya para jemaah Masjid Agung dapat kembali melakukan aktivitas peribadatannya di awal Januari 2019 mendatang.

“Tahun ini sudah kita anggarkan lagi sesuai dengan kemapuan APBD kita sekitar Rp 10 Miliar yang bisa dilakukan untuk melanjutkan pengerjaan di lantai dasar. Sehingga, Insya Allah ditargetkan Desember untuk tahap awal selesai. 29 Juni penguman pemenang lelang, Juli sudah mulai dibangun, Insya Allah Desember selesai. Semoga awal Januari sudah bisa dipakai untuk ibadah sementara di sini,” ujar Bima saat melakukan peninjauan langsung ke Masjid Agung bersama Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, perwakilan MUI Kota Bogor KH Fuad Fithrie, tokoh ulama Habib Novel dan dinas teknis terkait, Senin (25/6/2018) siang.

Memang, diakui Bima, proyek pembangunan Masjid Agung sempat terhambat dikarenakan sejumlah faktor teknis, sehingga pengerjaan yang dimulai sejak Oktober 2016 itu pun tidak terselesaikan. Kemudian, di tahun 2017 terjadi dua kali gagal lelang lantaran tak ada satu perusahaan pun yang memenuhi kualifikasi.

Proyek pembangunan Masjid Agung juga terhenti pada Maret 2017. Itu terjadi setelah pihak Inspektorat Provinsi Jawa Barat menemukan ketidaksesuaian proses pekerjaan dengan rencana awal pembangunan. Dalam temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat, penyedia jasa pembangunan diduga bersalah, maka dikenakan sanksi harus mengembalikan Rp700 juta. Saat itu, pembangunan masjid menggunakan dana bantuan Provinsi Jawa Barat sebesar Rp12 miliar pada tahap awal.

“Jadi, setelah Desember 2018 selesai, pada 2019 akan dianggarkan lagi kurang lebih Rp16 Miliar untuk bangun bertingkatnya. Tahun 2020 juga kita anggarkan lagi. Jadi setiap tahun kita anggarkan untuk melanjutkan pembangunan Masjid Agung. Insya Allah ini komitmen Pemerintah Kota Bogor untuk terus melanjutkan pembangunan masjidnya agar segera bisa digunakan,” jelas Bima.

Bima menambahkan, total anggaran pembangunan Masjid Agung keseluruhan mulai dari awal pembangunan tahun 2016 lalu hingga rampung sepenuhnya di tahun 2020 diperkiran akan menelan biaya sebesar Rp 55-56 Miliar.

“Target keseluruhan rampung itu di tahun 2020, kita anggarkan lagi sehingga pembangunan selesai seluruhnya. Jadi totalnya anggaran keseluruhan kurang lebih sekitar Rp 55-56 Miliar,” katanya.

Agar tidak terjadi gagal lelang kembali, Bima akan menyiasati hal tersebut dengan menjadwalkan pelelangan lebih awal. Dalam hal ini juga, setiap proses tahapan dan prosedur penganggaran akan dilakukan bekerjasama dengan kejaksaan.

“Insya Allah kita kawal sama-sama agar semua tahapan lancar. Selanjutnya kita akan lakukan lelang di awal, jadi sebelum APBD diketok yang penting sudah ada di RKA-nya, kita akan mulai lelang. Kita juga di dampingi oleh tim dari Kejaksaan untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik, tidak ada masalah hukum sehingga lelangnya berjalan dengan lancar,” tandasnya.

Dalam peninjauan Masjid Agung tersebut turut hadir pula perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor KH Fuad Fithrie. Fuad mengaku beredarnya isu yang simpang siur di masyarakat terjawab sudah setelah dirinya mendengar dan menyaksikan langsung persoalan di lapangan.

“Saya kira sudah terjawab apa yang dijelaskan oleh Pak Walikota. Memang sempat tidak ada aktivitas pembangunan, tapi tidak ada pembiaran sama sekali. Yang ada prosesnya memang harus seperti itu. Semoga apa yang dipaparkan tadi bisa terealisasi dengan baik. Bagi jamaah dan juga warga sekitar yang biasa memanfatkan masjid ini diharapkan bersabar, Insya Allah 2018 ini sebagian sisi Masjid Agung bisa digunakan kembali untuk beribadah sambil menunggu proses pembangunan tahap berikutnya,” ungkap Fuad.

Ia menambahkan, dengan akan berjalannya kembali proyek pembangunan Masjid Agung dalam waktu dekat ini diharapkan para jamaah bisa melakukan aktivitas ibadahnya di tempat ibadah sementara yang letaknya tak jauh dari Masjid Agung.

KOMENTAR