Select Page

Wanita Cantik Ini Siap Berlayar Di Samudera Politik | Headline Bogor

Wanita Cantik Ini Siap Berlayar Di Samudera Politik | Headline Bogor

BOGOR – Representasi perempuan dalam dunia politik di Indonesia bisa dikatakan masih minim. Padahal menurut politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Elin, perempuan bisa saja mengubah dunia, apabila mereka mampu memaksimalkan peran dan potensinya dengan masuk ke dalam ranah politik.

Menurut Kader Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) Partai Gerindra Kota Bogor ini, perempuan masih sekedar pelengkap saja, seharusnya perempuan butuh diberikan kesempatan. Kiprah kaum perempuan dalam dunia politik indonesia, jangan sebatas pelengkap karena upaya mendorong keterlibatan perempuan dalam kuota 30%, hingga saat ini belum juga efektif. “Ini bisa terlihat dari posisi perempuan yang duduk di eksekutif maupun legislatif masih relatif minim, dengan begitu maka saya siap maju mengarungi samudera demokrasi politik, sebagai Caleg dari Gerindra,” katanya, di Pajajaran, Kota Bogor, Minggu, 10 Juni 2018.

Sebagai politisi yang bernaung di Partai besutan Prabowo Subianto itu, dirinya sangat mendukung terhadap pergerakan perempuan. “Karena bukan hanya sekedar untuk memenuhi kuota 30 % saja. Akan tetapi, perempuan di Gerindra juga di harapkan mampu untuk membawa suatu perubahan dan perempuan juga di harapkan akan mampu membawa kebijakan, yang berkaitan dengan perempuan Khususnya,” Tambahnya.

Beberapa waktu terakhir, isu kesetaraan gender telah menjadi hal menonjol dalam platform pembangunan, tidak saja di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. Elin sangat memahami, bahwa selama ini perempuan secara sosial terpinggirkan, budaya partriarkis yang tidak ramah pada perempuan. Ada konstruksi sosial budaya, yang menempatkan perempuan seolah-olah hanya boleh mengurus soal-soal domestik saja, jarang di beri hak untuk merambah area public yang lain.

Menurutnya, Kenyataan ini menunjukkan bahwa keyakinan itu masih tertanam kuat. Persoalan perwakilan perempuan menjadi penting, manakala kita sadar bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita melihat perempuan tidak secara proporsional terlibat dalam kehidupan di ranah publik.
“Hal ini sangat menyedihkan apabila dilihat dari komposisi penduduk antara laki-laki dan perempuan yang hampir berimbang. Sebagai bentuk representasi perempuan di legislatif masih sangat minim, yang masih menjadi pemikiran kita bersama, insha Allah saya siap maju di dapil selatan dan semoga diamanahkan menjadi legislator” harapannya yang menjadi pamungkas.

KOMENTAR