Select Page

alterntif text

Warga Tanah Baru Ramai-Ramai Tolak Masjid Imam bin Habill

Warga Tanah Baru Ramai-Ramai Tolak Masjid Imam bin Habill

Bogor (Headlinebogor.com) – Suasana tegang kembali terjadi di Bogor. Kali ini, ketegangan terjadi lantaran warga Kelurahan Tanah Baru mendatangi masjid wahabi yang ada di Pandu Raya, Ceger, Kecamatan Bogor Utara. Sekitar seratus orang dari warga Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor menggeruduk bangunan masjid Imam bin Habill.

Warga dan tokoh masyarakat di Bogor Utara menolak keberadaan masjid penyebar paham Salafi. Mereka menolak karena akidahnya dibilang bidah.

Camat Bogor Utara, Atep Budiman mengatakan warga melakukan hal tersebut lantaran tidak setuju dengan pembangunan masjid yang ada.

“Kami sudah membahasnya sampai muspida. Namun masih ada hal yang tidak sesuai dengan pemahaman mereka,” Atep, Senin (7/8/2017).

Menurutnya, penolakan pembangunan masjid tersebut bukan kali pertama. Tapi, sudah pernah dilakukan bulan September 2016 lalu dan terus berbuntut hingga kini.

Sebagai Camat, ia berharap hal tersebut dapat diselesaikan secara baik oleh kedua belah pihak yang ada. Baik dari segi teknis maupun non teknis yang ada. “Ada perizinan yang dianggap belum maksimal. Itu juga yang dipermasalahkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, penolakan bermula dari dakwah masjid Imam Ahmad bin Hanbal. Warga, yang kebanyakan kaum nahdliyin, merasa tersinggung dengan isi dakwah yang kerap menyerempet akidah yang selama ini dijalani warga. Apalagi kebanyakan warga Bogor Utara sering melakukan tradisi maulidan termasuk ziarah kubur dan tawasulan.

Dari keterangan yang  dihimpun, dengan wawancara ke beberapa tokoh penolak kehadiran masjid, kebanyakan warga menolak karena akidahnya sering disebut bidah. Sayangnya, dari beberapa wawancara, warga menolak namanya untuk dikutip. Namun secara tegas mereka menolak keberadaan masjid di lingkungan tempat tinggal mereka karena “membuat keresahan.” Dakwah salafi dari masjid tersebut bikin banyak warga tersinggung lantaran tradisi keagamaan warga kerap dianggap tidak sesuai dengan Alquran dan hadis.

 

 

KOMENTAR

About The Author