Select Page

Episode Sang Pembela; Debat Malam

Episode Sang Pembela; Debat Malam

Dapat kesempatan mejeng di Inews Tv, Senin malam pukul 19.30 sd 20.30 ; isuenya ; Saracen Penebar Kebencian , yang nyasar nama Eggi Sujana. Dalam talk show itu hadir Razman Nasution kuasa hukum Egi dan AKBP Sugeng Haryanto.

Sudah lama memang saya menunggu kesempatan bisa bertukar kata dengan Razman Nasution. Kesempatan malam itu kesampaian juga.

Saudara Razman, pada pokoknya menyatakan; bahwa ;

  1. Untuk apa polisi memanggil Egi Sujana sebagai saksi, menurutnya itu tidak perlu karena posisi Egi tidak mengetahui, mengalami, melihat sendiri persoalan Saracen sebagai grup penebar kebencian
  2. Egi telah melaporkan pihak pihak yang dinilainya mendiskreditkan , fitnah dirinya
  3. Buat apa Presiden Jokowi memanggil media massa online dan konsent dalam kasus penegakkan hukum saracen
  4. Razman dan kliennya Egi adalah kuasa hukum Budi Gunawan ( Wakapolri saat itu ) dan dekat dengan polisi.

Tanggapan saya atas pernyataan Razman;

  1. Grup Saracen sebagai kelompok yang memproduksi kebencian ,fitnah  berbasis sara antar kelompok warga bangsa adalah kelompok yang berbahaya karena akan dapat mengaduk aduk persatuan dan kesatuan bangsa, membuat segregasi kelompok kelompok masyarakat berbasis sara
  2. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah tugas Presiden menjaganya. Bila persatuan dan kesatuan bangsa itu dirusak dengan tindakan melanggar hukum maka Presiden yang memiliki forto folio menegakkan hukum melalui Polri dan kejaksaan  wajib untuk bertindak . Karena itu pernyataan Razman yang mengkritik Presiden Jokowi yang konsent pada masalah ini saya koreksi.
  3. Tidakan polisi yang mengusut dan menyidik pihak pihak pelaku dan pihak manapun yang terlibat dalam gerakan penyebar kebencian adalah sudah tepat dan patut didukung.
  4. Egi Sujana tidak perlu kebakaran jenggot kalau benar akan diminta keterangan sebagai saksi, karena tentunya kalau polisi meminta keterangan saksi pada Egi, dipastikan polisi telah memiliki informasi, keterangan, fakta , alat  bukti yang mengarahkan penyidik meminta keterangan Egi Sujana. Semua fakta yang dimiliki oleh polisi terkait Egi ( bila ada) wajib ditanyakan dan diklarifikasi pada Egi Sujana agar fakta fakta tersebut terklarifikasi dan baik juga untuk Egi yaitu agar tidak menjadi fitnah pada Egi.
  5. Urusan diperiksa sebagai saksi adalah hal yang wajar  apalagi sebagai advokat, pasti Egi atau kuasa hukumnya faham pemeriksaan sebagai saksi adalah untuk membuat terang suatu perkara sehingga tidak perlu kebakaran jenggot kecuali kalau memang ada kekhawatiran sebagai potensial suspect ( potensi tersangka ) . Urusan diperiksa sebagai saksi juga tidak ada urusannya dengan hubungan dekat dengan polisi cq. Budi Gunawan yang diklaim sebagai kliennya.
  6. Pengaduan Egi melalui kuasa hukumnya Razman Nasution pada pihak pihak yang dituduh memfitnah Egi ,  penyidikannya menunggu dulu proses penyidikan perkara saracen penebar kebencian yang diduga menyebut nama Egi. Bila sudah clear tidak ada keterkaitan Egi dengan kelompom Saracen dalam makna tidak terlibat delik penebar kebencian maka perkara fitnah yang dilaporkan  tersebut bisa diproses.
  7. Saya mendorong polisi bertindak profesional dan dapat memeriksa siapapun tanpa pandang bulu bila terdapat fakta untuk itu.
  8. Masyarakat juga harus bertindak cermat untuk merespon informasi yang  berisi konten kebencian berbasis sara dengan menguji ; apakah berita itu diyakini benar?  Dan apakah berita tersebut bermanfaat bila disebarkan ( maslahat )

 

Salam sang Pembela.

 

KOMENTAR