Select Page

Fadli Zon Resmi Membuka Festival dan Diskusi Kopi, Teh dan Coklat Produk Petani Indonesia | Headline Bogor

Fadli Zon Resmi Membuka Festival dan Diskusi Kopi, Teh dan Coklat Produk Petani Indonesia | Headline Bogor

JAKARTA – Sebagai salah satu negara penghasil Teh , Kopi dan Cokelat terbesar didunia, tentunya hal ini patutlah di banggakan.
Dengan perhatian khusus serta dukungan serius dari pemerintah Indonesia, nampaknya komoditas tersebut bisa menjadi produk ekspor unggulan sekaligus dapat memberdayakan petani Indonesia.

Terdaftar pada urutan ke tujuh dunia, pada tahun 2016 sebanyak 330,029 Ton komoditas Teh Indonesia telah di ekspor, dengan nilai US$113,1Juta. Begitu pula dengan Komoditas Kopi, Menempati urutan ke empat dunia sebagai negara penghasil kopi, Indonesia di unggulkan dengan karakteristik dan ke khasan dalam cita rasa kopi pada masing masing daerah di Indonesia.
Bisa dilihat dalam catatan Kementerian Pertanian tahun 2016 dimana ekspor kopi Indonesia mencapai 414.651 Ton dengan nilai US$.1,55 Juta.

Menyusul Komoditas coklat kita yang menempati urutan ke tiga dunia sebagai negara penghasil coklat. Tercatat pada tahun 2016 komoditas coklat kita mampu ekspor sebanyak 51,217 Ton dengan nilai sebesar US$.113 Juta.

Atas dasar hal tersebut dan sebagai bentuk kepedulian terhadap petani Indonesia,di selenggarakanlah Festival dan Diskusi tentang Teh, Kopi, dan Cokelat petani Indonesia.

Bertempat di Lobby Gedung Nusantara DPR-RI, acara yang di inisiasi oleh Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bekerja sama dengan DPR-RI, Festival dan Diskusi tentang Teh, Kopi, dan Cokelat tersebut dibuka oleh wakil Ketua DPR-RI Bapak Dr, H, Fadli Zon S.S, M.S.C. Yang turut dihadiri pula oleh beberapa duta besar negara negara sahabat.

Dalam sambutan nya Fadli Zon berharap petani Indonesia bisa maju dan bisa mengembangkan produknya

“Bahwa ini adalah bagian dari komitmen kita dalam mendukung sektor pertanian, dan berharap para petani Indonesia juga bisa semakin maju dalam mengembangkan ketiga produk ini.” ujar Fadli Zon

Festival dan Diskusi yang dilangsungkan dari tanggal 23 sampai dengan 27 April 2018 tersebut sejatinya juga dijadikan ajang yang mempertemukan antara petani,pengusaha,asosiasi dan juga lembaga pemerintah. Dimana harapan dari diselenggarakanya Festival dan Diskusi ini bisa memberikan kontribusi dalam upaya untuk meningkatkan mutu serta penjualan ketiga komoditas tersebut.

Pembukaan festival dan Diskusi Teh, Kopi, dan Cokelat itu di tandai dengan pemutaran kletehekan secara bersamaan hingga mengeluarkan bunyi. Kletehekan biasa dibunyikan mandor perkebunan sebagai tanda bagi para pemetik Teh jika waktu memetik Teh telah selesai.

Delly

KOMENTAR