Select Page

Fast Fest 2018 ajang Animasi Indonesia Menuju Internasional | Headline Bogor

Fast Fest 2018 ajang Animasi Indonesia Menuju Internasional | Headline Bogor

JAKARTA – Bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif, Universitas Tarumanagara mengadakan sebuah acara tahunan berjudul FAST FEST 2018 dengan memgusung tema ‘International Class’, acara tersebut berlangsung dari tanggal 23 Mei hingga 25 Mei 2018.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang telah menghasilkan karya – karya yang menembus pasar Internasional, mereka membagikan pengalamannya dengan tujuan untuk memotivasi dan memberikan wawasan pada anak bangsa tentang pengetahuan dunia animasi dan digital.

Tidak hanya itu Universitas Tarumanagara pun mengadakan lomba pembuatan animasi pendek bertajuk ‘Asiagraph Reallusion Award 2018 – Indonesia Local Round ‘, adalah lomba yang mempertandingkan pembuatan storytelling dalam media film animasi pendek dalam waktu 48 jam. Lomba ini bertujuan untuk mengembangkan karya anak bangsa dan mendukung mereka meraih kejenjang international bahkan bersaing di berbagai belahan negara.

Lokasi yang diadakan Ruang Auditorium, gedung utama Lantai Universitas Tarumanegara Kampus 1 Juga mengadakan screening & Diskusi Film FAST FEST 2018 serta mengadakan pemutaran 2 Film Animasi yang membanggakan Indonesia. Yang Pertama adalah ‘ Battle of Surabaya ‘ yang telah mendapatkan 16 International Awards and 4 National Awards. Dan yang kedua ‘ Si Juki ‘, Film Animasi yang meraih box office untuk film animasi di bioskop nasional.

Hadir dalam Diskusi Film antara lain Aryanto Yuniawan (Sutradara Film Battle of Surabaya), Eki NF (Sutradara Film D.O.A), Alfi Zachkyelle (Sutradara Film Vatalla Sang Pelindung), dan serta Faza Meonk (Sutradara Film Si Juki).

Diskusi di pimpin oleh moderator oleh Alfan Setyawan (Dosen dan Pegiat Animasi). Pembicara diskusi optimis bahwa karya-karya lokal dapat bersaing dengan karya-karya international. Tetapi yang menjadi catatan adalah pentingnya ‘Storytelling’ dalam pembuatan animasi dan bukan hanya memperhatikan teknis (skill) dalam pembuatan.

Dengan kekayaan budaya sampai SDM yang ada di Indonesia, pengembangan IP Animasi sangat punya potensi besar untuk dapat bersanding dengan karya – karya yang sudah populer lebih dahulu di pasar International. Selain itu pentingnya sinergi dari dunia pendidikan dan industri sehingga pendidikan dapat sejalan dengan apa yang dibutuhkan di pasar saat ini. Baik tingkat nasional terlebih dahulu, maupun di jenjang berikutnya dalam tingkat international.

Tiara

KOMENTAR