Select Page

Filosofi Kabel

Filosofi Kabel
Saat hendak ingin mendengarkan lagu sendiri, headset tersambung dengan handphone, ketika baterai laptop yang habis terlalu lama dipakai, charger tersambung dengan laptop, saat baterai handphone habis, powerbank sudah tersambung rapih dengan handphone. Saat charger kita hilang, powerbank lupa untuk dibawa, headset yang rusak, mungkin kita akan bingung. bingung bahkan panik, bingung untuk mencari perantara, dan panik karena tak bisa bekerja atau bahkan hanya ingin melihat timeline.
perantara antara yang punya dan yang kehabisan, antara si kaya dan si fakir, antara yang punya dan tak punya. banyak orang yang berkata ria bila ada yang memberi, atau terlalu ria atas kesombongan yang ia miliki. Kabel penyambung listrik selalu paham apa kegunaanya, ia hanya dipakai untuk sebentar tetapi sangat dibutuhkan, walaupun kadang ia dipakai lama, tetap saja ia hanya dipakai sementara, tetapi berdampak besar bagi baterai yang sudah penuh, bagi handphone yang sudah bisa dipakai, bagi mp3 hanya untuk mendengarkan musik, ya walaupun hanya saat dibutuhkan kabel listrik tetap paham bahwa yang ia lakukan cukup untuk memberi manfaat bagi benda lain. Kadang jika  ada yang salah menggunakannya, akan terkena setruman listriknya, rasanya mengagetkan dan seperti sambaran, tetapi ia sadar sekali ia sudah menyambar, ia akan rusak dan tak bisa dipakai.
paham kegunaan, potensi, dan hal positif diri, akan memberi manfaat kepada orang, walau hanya sebentar, lama, atau sekejap. ketika kita bisa tersenyum, tersenyumlah, mungkin bisa membuat orang lain ikut tersenyum, atau ketika kita semangat, jangan biarkan yang lain lelah, kita bisa memberi hal kecil yang berdampak besar. walau kadang hal besar bisa membuat orang lain iri, atau tak mau ada yang bisa menjadi dirinya. mungkin kita bisa marah saat orang berkata tak seperti apa yang kita maksud, saat itu mungkin kita marah, bisa jadi lebih buruk dari orang lain, ketika itu adalaha saat listrik menyetrum, saat kita sombong, atau malah menebarkan hal negatif. saat itu kita tak paham apa yang kita lakukan, dan hal positif pun tak bisa kita tebarkan, hanya sedikit daya yang bisa dikerjakan.
KOMENTAR