Select Page

HMI Cabang Bogor Menyorot Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Jonggol| Headline Bogor

HMI Cabang Bogor Menyorot Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Jonggol| Headline Bogor

BOGOR – Dugaan adanya kasus penyerobotan tanah milik Masyarakat di desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, tengah menyita perhatian publik. Dalam hal ini khususnya HMI Cabang Bogor meminta Aparat Penengak Hukum dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk segera menangani kasus yang menangani kasus yang menimpa warga Jonggol.

Ketua Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) HMI Cabang Bogor Roni Alfiansyah R mengatakan “Siapa pun orang dibalik kasus penyerobotan lahan milik masyarakat ini baik pejabat, maupun aparat, harus ditindak tegas bila perlu kandangkan di Hotel Prodeo jika itu terbukti menindas rakyat apalagi merugikan Negara. Karena pejabat itu tugasnya melindugi hak rakyat, bukan rampok, serobot sana-sini dengan alat kekuasaannya”.(31/5/18)

Roni meminta aparat penegak hukum untuk turun gunung menangani kasus ini “Kejaksaan harus profesional, kalau tidak sanggup Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus turun menyelidiki kasus ini. BPN juga harus profesional membantu menjelaskan/memverifikasi status kepemilikan lahan tersebut dimana masyarakat memiliki surat kepemilikan Girik atas tanah dan belum menjual tanah tersebut kepada orang lain, di lain hal terbit sertifikat atas nama orang lain pada lahan yang sama”.

Berdasarkan hasil pengecekan warga ke Pemerintah Desa Singasari maupun ke BPN Kabupaten Bogor, tanahnya itu sudah atas nama orang lain seluas 963.825 M2 atau 96 hektare. Ada yang atas nama Rahmat Yasin (RY), Ade Munawaroh Yasin (Ade Yasin), Zaenul Mutaqin, Elly Halimah, Rudi Ferdian (Rudi Bule), Lesmana, Diana.

Kasus ini kembali mengamuka ke publik setelah dipicu adanya upaya penyitaan tanah Bank Putra Surya Perkasa yang terlibat kaus BLBI oleh Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) berdasarkan Surat nomor: S-662/WKN.07/KNL.02/2018 tanggal 3 April 2018 perihal penelusuran aset/barang jaminan obligor PKPS PT Bank Putra Surya Perkasa (BBKU) a.n. Trijono Gondokusumo.

Masyarakat Desa Singasari, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, sudah sejak tahun 2014 berteriak menyuarakan kasus ini untuk meminta keadilah atas penyerobotan tanah mereka yang ikut di serobot oleh RY dan Kroninya, namun belum ada tindak lanjut yang jelas atau kasus yang ditutupi.

Dalam surat yang ditandatangani Kurnia Ratna Cahyanti tersebut, DJKN menjelaskan bahwa sesuai perjanjian penyelesaian kewajiban obligor Group PSP yang terkait kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada tahun 2000 telah menyerahkan aset berupa bidang-bidang tanah girik total luas 245,7 hektare di Desa Singasari dan Cibodas, Jonggol. Karena belum menyelesaikan kewajibannya, barang jaminan tersebut akan disita yang hasil penjualan dan atau pelelangannya untuk mengurangi kewajiban obligor dimaksud kepada negara.

Adanya surat edaran tersebut membuat kami khawatir nanti tanah ini ikut digusur, dipatok, dan sebagainya, maka kami siap melakukan pagar betis. Karena sejak tahun 2013 juga banyak yang mengaku-ngaku tanah kami. Tanah kami sudah diplot dan dipatok. Bahkan kami sering diintimidasi agar menjual tanah kami dengan harga murah. Tapi sampai kapan pun kami akan melawan. Tanah milik kami ini adalah lahan produktif. Kami hanya mendapatkan penghasilan dari sawah kami ini, ujar ahli waris H. Sodikin yakni Dace

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *