Select Page

Ini Kata Mendagri Soal Rumah Sakit Tak Manusiawi

Ini Kata Mendagri Soal Rumah Sakit Tak Manusiawi

Jakarta – Polemik kematian bayi malang Deborah menjadi cambuk bagi semua pihak. Keprihatinan yang mendalam mengalir dari masyarakat luas, bahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo angkat bicara prihal kejadian ini.

Keprihatinan atas meninggalnya bayi Deborah disampaikan Tjahjo. Diketahui bayi bernama lengkap Tiara Deborah Simanjorang ini meninggal karena tidak mendapatkan perawatan yang optimal oleh pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat. Ia berpendapat rumah sakit dimanapun seharusnya selalu mengutamakan pelayanan terlebih dahulu daripada mendahulukan urusan biaya dan administrasi. Deborah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, selama 7,5 jam Ia luntang-lantung sampai akhirnya meninggal dunia pada Minggu, 3 September lalu pukul 10.00 WIB hanya karena orang tuanya tidak mampu membayar uang muka rumah sakit sebesar 19,8 juta rupiah.

Diketahui, kedua orang tua Deborah memang berasal dari kalangan tak berada. Sang ayah, Rudianto Simanjorang sebagai tulang punggung keluarga hanya bekerja sebagai tukang galon isi ulang yang setiap harinya mengantar galon ke rumah-rumah saja.Tjahjo menuturkan sanksi sosial dari masyarakat dan pers dibutuhkan untuk teguran bagi rumah sakit yang hanya memikirkan keuntungan dibandingkan pelayanan, “Rumah sakit yang hanya berpikir uang, uang, harus diberi sanksi sosial oleh masyarakat dan pers. Sanksi sosial terhadap rumah sakit tersebut paling tepat. Jangan berobat ke rumah sakit yang tidak manusiawi,” ucapnya. Publik┬ápun memerhatikan tindakan pihak Rumah Sakit Mitra yang malah memberikan rujukan ker rumah sakit lain untuk Deborah ketimbang melakukan pengobatan darurat, padahal pihak Rumah Sakit Mitra sudah mengetahui kondisi bayi berumur 4 bulan 10 hari tersebut. Tjahjo juga mengingatkan pada semua pihak agar ikut mencegah agar kasus serupa tidak terulang kembali, “mari kita cegah jangan sampai muncul Deborah-Deborah lain, bayi dalam keadaan gawat darurat tetapi rumah sakit tidak mau memproses atau memberikan pengobatan,” tegasnya melalui Kompas.

Baca Juga : INILAH SANKSI YANG MENGANCAM RS MITRA KELUARGA KALIDERES JIKA TERBUKTI BERSALAH

Prihal kejadian ini, orang tua Deborah pun angkat bicara. Menurut mereka pihak Rumah Sakit Mitra menolak memasukan Deborah ke bagian Pediacric Intensive Care Unit (PICU) karena uang muka yang diberikan mereka masih kurang. Disisi lain, pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres mengatakan bahwa pihak orang tua lah yang menolak pengobatan Deborah karena merasa uang yang mereka miliki masih kurang. (AP)

KOMENTAR