Select Page

alterntif text

Inilah Sanksi yang Mengancam RS Mitra Keluarga Kalideres Jika Terbukti Bersalah

Inilah Sanksi yang Mengancam RS Mitra Keluarga Kalideres Jika Terbukti Bersalah

Jakarta – Ancaman sanksi untuk Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres sedang ramai dibicarakan oleh semua kalangan, salah-satunya terlontar dari mulut Menteri Kesehatan, Nila Faried Moeloek yang secara tegas telah memerintahkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memberikan sanksi administrasi dalam bentuk teguran tertulis kepada pihak rumah sakit.

Sedikit mengingat, kasus ini bermula pada 3 September 2017 lalu, tepatnya pukul 03.40 WIB, bayi Debora datang ke IGD Mitra Keluarga Kalideres dalam keadaan tidak sadarkan diri bahkan tubuh bayi seberat 3,2 Kg ini terlihat membiru. Namun karena terkendala masalah administrasi yang tidak menemui titik temu, nyawa bayi malang ini pun harus terbuang sia-sia.

Pada kesempatan lain, Direktur Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI), Marius Widjaja berpendapat sanksi administrasi dan pidana mutlak perlu dihadapi oleh pihak rumah sakit terkait atas meninggalnya bayi Debora. Jika dilihat dari kacamata hukum, pihak kepolisian pun mampu menjerat rumah sakit Mitra dengan berbagai pasal dan perundangan yang berlaku. UU Kesehatan nomor 36/2009, Pasal 32 Ayat 2 menyebutkan jika ada pasien yang datang dalam keadaan darurat dan membutuhkan fasilitas pelayanan kesehatan, pihak rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta dilarang untuk menolak dan/atau meminta uang muka kepada pihak pasien tersebut.

Baca Juga : Ini Kata Mendagri Soal Rumah Sakit Tak Manusiawi

Selain itu dalam Pasal 32 ayat 2 tersebut menyatakan bahwa pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dan/atau tenaga kesehatan yang berani melanggar akan diancam dengan hukuman penjara maksimal selama 2 tahun dan denda maksimal Rp. 200 juta.

Atas hal ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap data-data terkait serta saksi yang bersangkutan dalam kasus ini. (AP)

KOMENTAR

About The Author