Select Page

Menteri Imam Nahrawi Yakin Pencak Silat Akan Mendunia | Headline Bogor

Menteri Imam Nahrawi Yakin Pencak Silat Akan Mendunia | Headline Bogor

JAKARTA – Menteri Pemudan dan Olahraga Imam Nahrawi bersama Ketua Umum Federasi Beladiri Profesional Indonesia (FBPro) Taufan Eko Nugroho Rotorasiko mengukuhkan Ketua Dewan Penasehat Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) dan Ketua Pembina Abdul Muhaimin Iskandar pada FBPro Indonesia di Ruang Singosari Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (Minggu, 20 Mei 2018).

Menteri Imam berujar, olahraga amatir dan olahraga profesional harus sama – sama berkembang seiring sejalan dengan kemajuan dan tantangan global olahraga dunia. FBPro sendiri didirikan sejak akhir 2015 menjadi tempat berkumpul berbagai perguruan bela diri dan mempunyai tujuan mulia yaitu mengangkat marwah Pencak Silat untuk menjadi tuan di negeri sendiri dan dunia.

“Pertama saya ucapkan selamat atas pengukuhan Ketua Dewan Penasehat yakni Mas Tommy dan Ketua Dewan Pembina Bapak Muhaimin Iskandar yang juga sebagai Wakil Ketua MPR RI dan juga Ketum PKB, semoga FBPro semakin bersinergi dan menjadi bagian dalam mengangkat Pencak Silat ke kancah dunia, untuk menuju Olimpiade kita butuh dukungan 70 negara sekarang baru sekitar 40 negara, tetapi untuk Asian Games ini pertama Pencak Silat dipertandingkan pertama kali, semoga mampu mempersembahkan emas yang banyak,” ucap Menteri Imam dalam sambutan.

Menteri Imam berpesan kepada pengurus FBPro agar terus mesosialisasikan dan memberi pembelajaran kepada anak-anak tentang Pencak Silat sebagai warisan budaya luhur asli Nusantara.

“Terima kasih atas dukungan FBPro untuk turut serta menyukseskan Asian Games. Saya titipkan pesan sosialisasikan terus dan ajarkan terus Pencak Silat kepada anak-anak kita agar mereka mengenal keluhuran budaya sekaligus olahraga dan pembentuk karakter yang luar biasa itu. Kalau orang belajar karate ke Jepang, belajar taekwondo ke Korsel, nah kalau belajar silat jangan lagi ke Malaysia atau Vietnam, harus ke Indonesia. Jadikan Pencak Silat branding nasional dan kebanggaan yang mendunia,” tutup Menpora.

KOMENTAR