Select Page

Meriah! Pawai Obor Asian Games di Kota Bogor Disaksikan 100 Ribu Warga | Headline Bogor

Meriah! Pawai Obor Asian Games di Kota Bogor Disaksikan 100 Ribu Warga | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Semangat warga Kota Bogor boleh dibilang menggambarkan semangat Indonesia di pentas olahraga Asian Games 2018. Bagaimana tidak, tercatat sekitar 100 ribuan warga dari berbagai latar belakang menyambut dengan antusias torch relay atau kirab api obor Asian Games di sejumlah ruas jalan yang dilalui sejauh 11 kilometer, Selasa (14/8/2018).

Torch Relay dimulai tepat jam 10.00 WIB dari Rumah Dinas Walikota Bogor di Jalan Pajajaran, sebelumnya lentera atau tinder box pembawa api abadi sempat singgah di Cianjur, Jawa Barat. Setelah serah terima dari pihak INASGOC kepada Walikota Bima Arya, obor pertama kali dibawa oleh Menteri Kominfo RI Rudiantara.

Kemudian torch relay dilanjutkan oleh sejumlah tokoh, mulai dari Letjen TNI Herindra, Dandenpom III /1 Bogor, legenda bulutangkis nasional Icuk Sugiarto, pelari sponsor 361, Surahman, Jeffrie Ricardo, legenda tinju Tanah Air Ellyas Pical, Sony Surya Nurcahya (Vice President NEC Indonesia), Dandim 0606/Kota Bogor, Yossy Project Pop, Chicco Jericho, Melanie Putria, Walikota Bogor Bima Arya, Kapolresta Bogor Kota dan Komandan Korem 061/Suryakancana dan berakhir di Balaikota.

Yang menarik, saat prosesi penyerahan obor dari Melanie Putria kepada Bima Arya di kawasan Tepas Lawang Salapan-Tugu Kujang, digelar pula kesenian tradisional Tunggul Kawung.

Keterlibatan pohon aren (kawung) dalam kehidupan masyarakat Sunda, memperlihatkan pengaruh yang kental. Tidak hanya manfaat dan fungsinya secara fisik, sekaligus menandakan kedalaman harmoni antara manusia, alam dan penciptanya.

Sebagai simbol yang menjadi latar pembentukan nama Bogor, kawung mengandung kesejatian sebagai penopang kehidupan masyarakat. Meskipun telah menjadi tunggul. Tunggul Kawung pun merupakan nama dan sebutan lain dari Bogor, selain Kota Hujan yang selama ini dikenal.

Warga dan seluruh siswa SD, SMP dan SMA yang sudah menunggu sejak pagi di sepanjang jalan nampak senang saat iring-iringan Torch Relay melintas. Meski cuaca cukup panas, semangat dan antusiasme dari warga dan siswa sama sekali tidak surut. Mereka mengibar-ngibarkan bendera merah putih sembari meneriakan yel-yel penyemangat kepada pelari yang membawa obor.

Walikota Bogor Bima Arya yang turut membawa api obor Asian Games 2018 mengungkapkan rasa kagumnya melihat antusiasme warga yang sangat di luar ekspektasi. Bima mengira konsentrasi warga hanya di seputar Kebun Raya Bogor saja. Mengingat Pemerintah Kota Bogor hanya meminta 20 ribu siswa untuk memeriahkan di pedestrian seputar Istana Bogor.

“Saya kaget ketika mulai berlari dari Rumah Dinas hampir tidak putus warga yang menyaksikan di jalanan. Ini jadi kebanggaan karena terlihat bentuk dukungan warga atas pelaksanaan Asian Games 2018. Ditambah event ini memang langka, bisa 50 tahun sekali sehingga warga benar-benar antusias,” ujar Bima.

Sementara itu, Perwakilan INASGOC Intan Nurlalita mengatakan, kemeriahan Torch Relay di Kota Bogor sangat luar biasa. Pihaknya, tidak menyangka akan disaksikan 20 ribu siswa SD dan SMP ditambah puluhan ribu warga dari mulai titik nol Torch Relay sampai berakhir di Balaikota Bogor.

“Di Kota Bogor sangat meriah, di kanan kiri jalan dipenuhi banyak warga yang menonton jadi kita juga memperlambatan rangkaian karena antusias warga yang luar biasa,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga yang menyaksikan Torch Relay, Retno Juwita (39) mengatakan, sedari pagi ia dan murid-muridnya sudah menunggu di pedestrian tepat di depan Pasar Bogor. Ia mengaku senang karena bisa melihat momen bersejarah Torch Relay di Kota Bogor yang mungkin tidak semua orang bisa menyaksikan secara langsung.

“Saya ajak anak-anak PAUD untuk melihat ini, nanti di kelas akan saya jelaskan kepada anak-anak tentang Asian Games agar mereka lebih mengerti sejak usia dini,” pungkasnya.

Sebelum disemayamkan di Balaikota, Api Obor Asian Games 2018 sempat memasuki kawasan Istana Kepresidenan Bogor. Kemudian saat keluar Istana, rombongan disambut tarian tradisional Santika Yudha yang dilakukan perempuan berpanah menggambarkan atlet Indonesia di ajang dalam meraih medali diajang olahraga empat tahunan se-Asia itu. (*)

KOMENTAR