Select Page

Orang Tua Ahmad, “Surat Kesepakatan Damai Tidak Diindahkan Polsek,” | Headline Bogor

Orang Tua Ahmad, “Surat Kesepakatan Damai Tidak Diindahkan Polsek,” | Headline Bogor

JAKARTA – Imbas kesepakatan damai Itu pun berujung penjara dan Ahmad pun harus rela melepaskan kegiatan perkuliahannya karena harus menjalani proses hukum yang dialaminya.

Malam itu adalah malam “naas” bagi Ahmad (24 tahun), jika saja malam itu ia tidak ke bengkel mungkin saja tidak berakhir di jeruji besi.

Mengutip keterangan dari orang tua Ahmad, permasalahan yang menimpa Ahmad bermula niatan Ahmad untuk memperbaiki motornya di bengkel milik Dedi.

“Malam itu sepulang dari tugas piket, Ahmad pergi menuju bengkel Dedi namun sesampainya di bengkel terlihat ada ketegangan antara Dedi dan beberapa orang yang diantaranya berpasangan, yang belakangan diketahui bahwa telah terjadi tindakan asusila dilokasi tersebut,dan Ahmad mengusulkan agar permasalahan di selesaikan saja di pos Polisi terdekat yang kemudian terjadi kesepakatan damai,” ujar orang tua Ahmad

“Padahal surat kesepakatan perdamaian sudah ada kenapa Polsek tidak mau menyetujui perdamaian ini. Apakah hukum seperti ini? Saya menilai ketika surat kesepakatan perdamaian sudah ada namun tidak di setujui oleh pihak Polsek justru ini semakin memperkeruh suasana.” tambah orang tua Ahmad

Guna mendapatkan informasi Headlinebogor.com mencoba mendatangi kantor pengacara yang menjadi kuasa hukum Ahmad terkait peristiwa ini, Andi LaLa S.H sebagai kuasa hukum Ahmad berujar

” Iya, kami masih berasumsi Ahmad ini ditempat dan waktu yang salah, awal dari permasalahan ini sebenarnya adalah adanya tindakan asusila yang dilakukan oleh Herri Yusnandar yang sudah kita ketahui bukan warga setempat, kemudian dilaporkan ke pospol pertukangan yang terdekat dan berakhir dengan perdamaian.” kata Andi LaLa S.H.

“Kami akan terus melakukan investigasi demi menemukan kebenaran yang akan kami perkuat dengan bukti serta fakta baru temuan kami, Kami akan meminta majelis Hakim untuk menghadirkan orang orang yang malam itu ada di TKP, untuk bersaksi persidangan nanti, baik itu si pemilik rumah yang dijadikan tempat dilakukannya tindak asusila, anggota Pos Polisi yang malam itu bertugas, serta pelaku mesum itu sendiri dan dua pasangan lainnya.” lanjutnya

“Adapun perihal tentang adanya pemberitaan yang menyebutkan kalau si Ahmad ini mengaku polisi, sedang kami investigasi, kami akan pelajari kembali BAP dari Kepolisian dan akan kami cari tau dari mana informasi itu berasal. Kami selaku kuasa Hukum saudara Ahmad berkomitmen akan terus berupaya maksimal untuk menuntaskan kasus ini sampai selesai,” pungkas Andi

Sebelumnya beredar pemberitaan yang dimuat disalah satu media online “2 pria ditanggerang di tangkap karena Mengaku Polisi dan Peras Warga”

Herry Delly

KOMENTAR