Select Page

Para Pemuka Agama Doakan Korban KM Sinar Bangun | Headline Bogor

Para Pemuka Agama Doakan Korban KM Sinar Bangun | Headline Bogor

SIMALUNGUN – Suasana haru menyelimuti Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Tragedi tengelamnya KM Sinar Bangun, yang tenggelam di Danau Toba di kedalaman 450 meter, Ahad, 24 Juni 2018, pukul 11 : 12, Tim menemukan bangkai kapal kayu itu di koordinat 2 derajat 47 menit 3.835 lintang utara dan 98 derajat 46 menit 10.767 bujur timur, melaksanakan acara doa bersama dan tabur bunga sebagai tanda mengikhlaskan kepergian para korban untuk selama-lamanya.

KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tiga Ras, Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin, 18 Juni 2018, sekitar pukul 17.30. Kapal tenggelam setelah dihantam ombak besar dan cuaca buruk.

“Sedang berlangsung acara tabur bunga dan doa bersama oleh keluarga para korban,” kata Kepala Kantor SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Selasa (3/7/2018).

Suasana haru masih menyelimuti lokasi. Keluarga para korban yang beragama Islam melaksanakan tahlilan, sedangkan yang Protestan dan Katolik melaksanakan kebaktian serta doa bersama dengan para pendeta.

Para tokoh Agama meminta untuk pihak keluarga mengikhlaskan kepergian para korban yang telah kembali ke pangkuan Sang Khalik. Isak tangis keluarga pun pecah saat prosesi tabur bunga dilaksanakan di pinggir Danau Toba.

Seorang ibu tampak menangis terisak-isak bahkan memanggil-manggil nama anaknya yang tengelam di dalam Danau paling besar di Sumatera Utar,Medan. Dia kemudian dipapah kerabatnya meninggalkan acara tabur bunga di pinggiran danu toba. Sedangkan keluarga lain tampak berpelukan, saling menguatkan satu sama lain.

Budiawan mengatakan dalam acara ini juga dilaksanakan proses peletakan batu pertama monumen korban KM Sinar Bangun. Nama-nama korban akan diukir di monumen ini untuk mengenang tragedi ini.

Dan hari ini juga menjadi hari terakhir operasi SAR nasional mencari korban KM Sinar Bangun, yang tenggelam pada Senin (18/6) lalu. Ada 164 orang yang dinyatakan belum ditemukan.

“Hari ini operasi hari ke-16 kami tetap melakukan pencarian di permukaan air, pemantauan, apabila ada yang melaporkan info valid melihat jasad korban , juga kita tindaklanjuti,” ujarnya.

KM Sinar Bangun tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tiga Ras, Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin, 18 Juni 2018, sekitar pukul 17.30. Kapal tenggelam setelah dihantam ombak besar dan cuaca buruk.

Kapal berkapasitas maksimal sekitar 40 orang itu telah membawa 211 penumpang dan sejumlah kendaraan bermotor saat tenggelam. Menurut data hingga Kamis, 21 Juni 2018, 4 orang dinyatakan tewas, 18 orang selamat, dan sekitar 187 orang hilang.

Tim gabungan memperkirakan masih banyak jenazah korban yang terperangkap masih belum ditemukan dan terperangkap di dalam bangkai kapal. Mengingat berada di kedalaman yang mencapai ratusan meter di dasar Danau Toba, dia menyarankan proses pengangkatan bangkai kapal melibatkan kapal selam robot ROV ECA H1000 semi work class.

KOMENTAR