Select Page

Pemkot Bogor Terima Kunjungan Pemkot Tanjungpinang Dan Pemkab Pemalang | Headline Bogor

Pemkot Bogor Terima Kunjungan Pemkot Tanjungpinang Dan Pemkab Pemalang | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Delegasi Pemerintah Kota Tanjung Pinang dan Kabupaten Pemalang, hari ini (Kamis, 09 Agustus 2018) melakukan studi banding Perda KTR di Kota Bogor guna mempelajari implementasi Perda Kawasan Tanpa Rokok di Kota Bogor.

Asisten Tata Praja Pemkot Bogor, Jawa Barat, Hanafi mengatakan, Pemerintah Kota Bogor memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2009 tentang kawasan tanpa rokok (KTR), Perda tersebut menjadi payung hukum untuk mengatur penetapan kawasan bebas asap rokok.

Kawasan itu, di antaranya tempat umum, tempat ibadah, tempat bermain atau tempat berkumpulnya anak anak, kendaraan/angkutan umum , lingkungan tempat proses belajar mengajar, sarana kesehatan dan sarana olahraga.

Hanafi menjelaskan, banyak pemerintahan – pemerintahan di Indonesia melakukan study banding tentang Perda KTR ke Kota Bogor, dan berkomitment menjalankan Perda KTR dan berkomitmen memberikan hak sehat bagi masyarakat.

“Banyak di daerah – daerah melakukan study banding ke Kota Bogor tentang penerapan Perda KTR, dan hingga sekarang Pemerintah Kota Bogor tetap berkomitment menjalankan Perda KTR serta berkomitment memberikan hak untuk sehat untuk masyarakat dengan konsekuensi Pendapatan Asli Daerah ( PAD) Kota Bogor berkurang,” katanya.

Dengan kata lain Pemkot Bogor sudah memiliki Perda tersebut yang menjadi payung hukum untuk mengatur penetapan kawasan bebas asap rokok. Kabid Kesmas Disdik, dr. Erna E menuturkan, Akan mengajukan revisi tentang Undang-undang tembakau dan Perda tentang Kesehatan dengan memasukan juga Rokok Elektrik didalamnya. Serta memberikan Smoking Area di beberapa lokasi yang tingkat kepatuhannya rendah agar bisa menjadi solusi secara akomodir para perokok.

“Tahun ini akan diajukan rekomendasi penambahan untuk revisi tentang Undang-undang tembakau dan menambahkan Rokok Elektrik didalam Perda tentang Kesehatan. Serta menyediakan beberapa Smoking Area di beberapa lokasi dengan tingkat kepatuhannya rendah agar bisa menjadi solusi secara akomodir para perokok,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Simon Awantoko, Komisi 1 DPRD Kota Tanjung Pinang saat ditanyakan oleh awak media menuturkan, Studi Banding dengan Kota Bogor menjadi ilmu baru untuk di bawa ke kotanya untuk segera di kaji terkait Perda tentang KTR. Sekitar 15 anggota Dewan dan juga Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang sebagai salah satu bentuk keseriusan tentang KTR ini.

“Hari ini kita adakan Studi Banding bertujuan untuk mengelola terkait KTR, sekitar 15 anggota dewan dan juga dari Dinas Kesehatan Tanjungpinang kita bawa dalam kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan terhadap penangulangan ini,” tambahnya.

Deroy

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *