Select Page

Rangga Mekar Masuk Nominasi Lomba Proklim KLHK | Headline Bogor

Rangga Mekar Masuk Nominasi Lomba Proklim KLHK | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Kelurahan Rangga Mekar Kecamatan Bogor Selatan masuk nominasi dalam lomba Proklim yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidupdan Kehutanan (KLHK), dari 90 peserta dipilih sebanyak 41 peserta dari seluruh Jawa Barat, dan hari ini (Senin, 6 Agustus 2018) Tim Verifikasi dari Kementrian LHK dan dari Dinas Lingkungan Hidup Profinsi Jawa Barat beserta pendamping dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor melakukan verifikasi dan penilaian.

Menurut Lurah Rangga Mekar, Dian Nurdiana, SE mengatakan, verifikasi lomba Proklim dilaksanakan mulai tanggal 6 dan 7 Agustus 2018 dengan melihat kegiatan masyarakat dari aspek pengolahan sampah hingga kesehatan masyarakat.

“Betul hari ini ada kegiatan verifikasi tentang proklim, agendanya di tanggal 6 dan 7 Agustus 2018 di Kelurahan Rangga Mekar dan Kelurahan Cipaku, untuk proklim ini mencakup keseluruhan dari kegiatan masyarakatnya, TPS 3R, KWT,kesehatannya dan yang paling penting adalah partisifasi dari masyarakatnya itu sendiri. Ditambah kegiatan KKN yang menyumbangkan virtual garden sebagai penambah dalam penilaian. Fisik yang mendukung meningkatnya lingkungan hidup itu, antara lain kita sudah ada 10 sumber resapan air yakni 260 lubang biopori. Kelurahan Rangga Mekar merupakan salah satu Kelurahan yang masuk kedalam kriteria penilaian serta memenuhi syarat dengan nilai 81, dengan demikian pihak KLHK dan DLH melakukan verifikasi kembali dilapangan,” ucapnya.

Masih menurut Dian “Untuk verifikasi kali ini memerlukan waktu seharian dari pagi sampai sore, harapan saya siapapun yang menang dalam kegiatan ini pastinya memenuhi dari kriteria semuanya pastinya juga berharap kita bisa memenangkan dan menjadi yang terbaik,” tambahnya

Salah satu Tim Verifikasi dari DLH Profinsi Jabar Asep Juniardi menyampaikan awal Gerakan Nasional Proklim.

“Berawal dari Gerakan Nasional kemudian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan meluncurkan Program Proklim pengendalian perubahan iklim berbasis komunitas 1 Desember 2016, sebetulnya dari 2012 sudah mulai dilaksanakan proklim ini,” ujarnya

Masih menurut Asep, apresiasi terhadap wilayah admintratif paling terendah setingkat RW atau dusun dan yang paling luas adalah setingkat desa atau kelurahan diwilayah Kota dan Kabupaten. Itu semuanya untuk mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya kampung iklim melalui pengayaan kampung inovasi, ada 3 komponen yang harus dilakukan dan disiapkan dalam penilaian ini.

Blade

KOMENTAR