Select Page

Teka-Teki Sejarah Hidup

   Ramai yang menggembirakan, seluruh siswa senang dan asik meluangkan waktu bersama teman-teman. Tempat yang selalu dinantikan siswa ketika bel telah berbunyi, mereka makan bersama atau hanya sekadar nongkrong sambil ngebully siswa yang lemah. Ya, itulah kantin tempat yang mengasikkan bagi siswa, bahkan dijadikan sebagai tempat istirahat dan kenangan terindah.


“Hai, Kei apa kabar, gimana liburannmu?” Mini menyapa sahabatnya
“Membosankan.” Kei langsung pergi tanpa menghiraukan Mini
“Hai Kei kok pergi sih, mau ke mana?” Mini terlihat bingung

    Langkkah itu terus membayangi sosok pangeran kaca mata yang selalu menyinari isi hati Kei. Kei menuju kantin, tiba-tiba matanya menuju ke arah jarum jam 10. “Ya Tuhan itukah orangnya yang selama ini memberiku sejarah hidup.”
“Maaf apa kamu Yoyo?” Kei mulai bertanya
“Hmmmm kamu itu yang bodoh dalam pelajaran sejarah ya?” Laki-laki kaca mata itu mengejeknya

(Mini terdiam tanpa kata)

    “Ya, aku Yoyo, selamat ya akhirnya pelajaran sejarahmu mendapatkan nilai 90. Sebagai imbalannya kamu harus mencuci bendera merah putih hingga bersih, ingat jangan ada noda yang tersisa. Oke?” Yoyo membelai rambut Kei dengan lembut

    “Tu…tunggu, kenapa kamu baik sama aku, kenapa kamu memberikan buku sejarahmu, bahkan kamu menyuruhku untuk membacanya, padahal aku gak pernah tahu siapa yang mengirimkan buku sejarah itu, sebelum aku mengenal kamu, kenapa kamu  lakukan ini padaku, padahal kita tidak pernah kenal?” Mini menatap tajam kepada Yoyo

    Yoyo  menggenggam kedua tangan Kei “Setelah kamu pelajari sejarah, pasti banyak pengetahuan tentang perjuangan dan pengorbanan. Seperti itu Kei.” Yoyo menatap Kei “Aku gak ngerti…” Kei belum paham apa yang dikatakan Yoyo

    “Suatu hari kamu pasti akan mengetahuinya dan sekarang kamu ikut aku, kita ambil bendera di ruang OSIS.” Yoyo terus menggenggam tangan Kei sampai  ke ruang OSIS. Semua siswi memandang Kei dengan perasaan iri. Yoyo termasuk siswa yang berprestasi dalam bidang cerdas cermat, pandai berolahraga, dan menjabat sebagai ketua OSIS. Selain ketampanan yang dia miliki, laki-laki berkaca mata itu rupanya anak kepala sekolah. “Kei tolong ya, jangan sampai nodanya tersisa, aku  kan udah ngebantuin kamu, sekarang kamu harus bantu aku.” Yoyo memberikan sebuah kotak cokelat berisi bendera merah putih “Terima kasih ya Yo, aku janji pasti bersih tanpa noda.” Kei mengambil kotak itu dari tangan Yoyo

      Kei kembali ke kelas dengan perasaan gembira, dia tertawa sendiri seakan tak ada orang yang memperhatikannya. Tiba-tiba dia dikejutkan oleh sahabatnya Mini. “Kei kamu ke mana aja sih, aku tuh nyariin kamu, tadi teman-teman bilang kamu gandengan tangan sama Yoyo ya?” bertanya penasaran
“Kalau iya emang kenapa?”
“Hebat,asal kamu tahu aja ya…Yoyo tuh cowok paling susah dideketin sama cewek, pantesan mereka pada ngiri. Kok bisa sih kamu kenal sama Yoyo?” Menunggu jawaban Kei

    “Aku juga gak ngerti  kenapa bisa kenal sama tuh cowok jutek. Mini kamu tahu kan  aku tuh gak suka pelajaran sejarah, waktu itu aku ngamuk-ngamuk di perpustakaan, aku kesel dan sebel sama pelajaran sejarah, semua orang melihat aku, mereka masang muka jutek. Ya, aku tahu aku salah teriak-teriak di perpustakaan. Terus tiba-tiba penjaga perpustakaan memberikan buku sejarah itu, tapi bilangnya bukan dari dia, tapi dari seseorang yang bernama MR. Y.” Tarik napas
“Wah Yoyo romantis ya.” Mini berkata
“Apanya yang romantis, dia nyuruh aku baca buku ini itu, kepala  aku jadi pusing. Tapi semua gara-gara dia ulanganku jadi sempurna.” Kei menarik napas
“Jangan bilang dia suka kamu, dia lakukan itu hanya untuk kamu, tapi kan kamu baru kenal dengan Yoyo, kenapa dia bisa suka kamu?” Mini bertanya kepada sahabatnya
“Ah, jangan ngaco kamu, mana mungkin dia suka aku yang hidup penuh dengan sederhana ini, dia cuma kasihan sama aku tahu. Yasudahlah tak perlu dibahas.” Kei menyimpan kotak tersebut di dalam tasnya
“Okelah, kita lihat saja, pada akhirnya pasti kalian bersama selamanya…hehehehe.” Mini menggoda Kei
***
    Embun di pagi hari terasa sangat menyejukkan, bagaikan hati yang bersinar di malam hari ditemani kunang-kunang yang berkilauan. Hati siapa yang tahu, kadang mulut berkata bohong tetapi hati tak bisa membohongi perasaan seseorang. Butuh waktu yang sangat lama, apabila hati berkata bohong kembali berbuat jujur namun peristiwa itu telah berlalu.

(Kei membuka kotak cokelat)

Bendera ini bukan sembarang bendera, bendera ini adalah sejarah hidupku. Suatu hari kakek selalu mengingatkan tentang kemerdekaan di masanya, pada akhirnya kakek meninggalkanku dan beliau memberikan sebuah bendera pustaka miliknya. Aku sangat menghargai jasa kakekku.Beliau adalah seorang pahlawan bangsa. Entah mengapa aku ingin kamu tahu perasaanku terhadap kemerdekaan.Tolong jaga pustakaku ya Kei! Ingat dicuci sampai bersih gak boleh ada noda sedikit pun…oke!

“Yoyo memang mengagumkan, kenapa aku jadi mikirin dia terus ya, apa benar aku jatuh cinta? Ahhhhh gak mungkin, mustahil cowok jutek kaya dia sih.” (Kei merasa bingung dengan perasaannya)

“Kei…kei…kei buka jendelanya.” Yoyo memanggil
“Suara siapa itu?”
“Ini aku Yoyo, aku mau bicara dengan kamu, buka dong!” Yoyo terus mengetuk jendela kamar Kei

Kei membukakan jendela kamarnya. Kei membantu Yoyo untuk masuk ke kamar karena di  luar hujan deras.

“Hai, Kei kamu pasti sudah baca surat aku ya?” Yoyo bertanya

Kei memukul  Yoyo dengan manja

“Apaan sih kamu, hujan-hujan begini datang tak diundang, tapi kenapa wajah kamu pucat?” Kei khawatir

    “Aku kedinginan Kei, aku mau menjawab pertanyaan kamu tadi siang, kenapa aku baik sama kamu. Kei, semenjak aku melihat kamu ngamuk-ngamuk di perpustakaan aku mulai suka kamu, kamu unik buat aku. Terus aku berusaha mencari tahu tentang kamu. Banyak sih omongan tentang kamu, banyak yang bilang kamu payah dalam pelajaran sejarah, kamu suka bolos pelajaran sejarah. Makanya aku mau bantu kamu, dan sekarang aku gak mau nunggu lagi, aku mau mengatakan perasaanku. Kei aku jatuh cinta sama kamu, kamu maukan jadi pacar aku, tolong dijawab malam ini?” Yoyo berusaha memegang pipi Kei

“Yo, aku bingung banget…tapi hati aku gak bisa berkata bohong, aku juga suka kamu, aku mau jadi pacar kamu.” Kei memegang tangan Yoyo yang menempel di pipi Kei
(Mereka menghabiskan waktunya di rumah Kei, Kei tanpa basa basi langsung memperkenalkan kepada orang tuanya)
***
    Tak biasanya mading ramai degan siswa, biasanya mading sekolah selalu diabaikan oleh siswa. Tetapi pagi hari pukul 07.30 mading sekolah sudah ramai dengan pemberitaan yang mengejutkan. Seluruh siswa menangis tanpa sebab, entah apa yang telah terjadi. Ada siswi yang mengatakan “Aku gak percaya, kenapa secepat ini.” Semua masih teka teki hidup.

    Kei melihat teman-temannya sibuk membaca mading, dia bingung banyak yang menangis histeris, banyak yang melihat Kei dengan kasihan. “Ada apa ini,kenapa semuanya pada aneh?” Kei berusaha mengetahui apa yang terjadi, Kei menerobos dari keramaian orang dan akhirnya Kei berhasil bisa mengetahui apa yang terjadi, dia membaca berita di mading, berita yang membuatnya sedih. Hanya empat kata yang dia ucapkan “YO…YO…?”

(Tiba-tiba Mini menghampiri Kei dalam keadaan tak berdaya)

“Kei, kamu  sudah tahu ya? Yoyo sudah pergi, sebelum menuju rumah kamu dia mengalami kecelakaan dan polisi menemukan sebuah boneka teddy bear, ini buat kamu Kei.”  

TAMAT


KOMENTAR