Select Page

Episode Sang Pembela ; Merdeka itu Gotong Royong

Episode Sang Pembela ; Merdeka itu Gotong Royong

Thema nasional HUT Ke 72 kemerdekaan RI  adalah Kerja Bersama. Tahukah saudara saudara, kerja bersama itu sinonim Gotong Royong.

Diksi Gotong Royong adalah diksi yang dipilih oleh Bung Karno ketika ia, diberi kesempatan pidato dalam sidang dokuritzu junbi choosakai ( BPUPKI ) dalam rangka mempersiapkan konstitusi (hukum dasar) bagi Indonesia yang dicita citakan bersama oleh bangsa Indonesia yang saat itu masih dalam bayang bayang kolonial ; jepang sudah ambruk, sekutu yang dibonceng NICA  ada isue mau masuk dan menduduki kembali  Indonesia. Dalam situasi kevakuman kekuasaan saat itu Soekarno mendesak sidang BPUPKI untuk segera memproklamsikan kemerdekaan Indonesia. Dalam kesempatan itu juga mengingatkan agar para tokoh pergeraka  Indonesia tadak ragu dan tidak berfikir njelimet untuk deklarasi kemerdekaan.

Diksi gotong royong adalah ekasila, jiwa dari bangsa Indonesia, yang adalah bantu membantu, bahu membahu, sependeritaan, bekerja bersama membangun, Indonesia untuk semua (warga negara, tanpa memandang etnis, bahasa, agama, warna kulit), Indonesia bukan hanya untuk yang muslim, bukan hanya untuk yang kristen, budha atau hindu. Indonesia untuk semua. All for one, one for all.

Ekasila yang diperas dari Trisila ; sosio nasionalisme, sosio demokrasi dan Ketuhanan yang maha esa, Tri sila juga berasal dari Panca sila ( lima dasar negara ) ; Kebangsaan Indonesia, Peri kemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial dan keTuhanan yang maha esa. Pancasila 1 juni.

Gotong royong adalah intisari jiwa Indonesia. Saat ini jiwa gotong royong perlahan lahan lenyap. Justru saat ini dalam politik kontestasi yang semata mata memperebutkan kursi kuasa bukan berkompetisi sebesar besarnya bagi pencapaian tujuan bernegara ; melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa .

Masyarakat apatis, luntur percaya pada para elitenya, karena yang mereka tonton adalah politik tanpa teladan, tanpa etika. Imbas terjadi, masyarakat kehilangan jiwa gotong royong.

Peringatan 72 tahun kemerdekaan Indonesia ini diingatkan tentang asal usul, jati diri kita sebagai bangsa yang memiliki jiwa gotong royong. Peringatan kemerdekaan juga membawa kita ingat akan Soekarno yang mengangkat jiwa bangsa Indonesia untuk dibawa ke wilayah kesadaran bersama warga, agar gotong royong direvitalisasi kembali sebagai dasar kohesi sosial yang mulai lepas karena polisasi agama, etnis.

Salam Merdeka ke 72 dari Sang Pembela.

STS, 18 Agustus 2017

 

KOMENTAR