Select Page

Good Leader, Between Task And Human Orientation | HEADLINE BOGOR

Good Leader, Between Task And Human Orientation | HEADLINE BOGOR

Tiada yang tepat bagi siapapun untuk kemudian membuat justifikasi maupun legitimasi akan kegagalan seorang pemimpin dalam konteks pengabdiannya menjalankan amanah, tetapi kepastian pemimpin akan mencetak prestasi itu merupakan sebuah keniscayaan, tinggal pertanyaan yang muncul kemudian adalah prestasi apa yang dipilih, baik atau buruk?

Berangkat dengan dasar bahwa setiap kita sudah dibekali potensi kepemimpinan oleh Sang Maha Kuasa, maka sudah semestinya dengan penuh kesadaran potensi tersebut kita aktualkan dalam bentuk nyata untuk mengisi kehidupan kita sehari-hari dimanapun dan kapanpun kita berada.

Terlalu sempit kalau konsep kepemimpinan dibatasi hanya dengan sebuah jabatan, karena pada dasarnya hakikat kepemimpinan adalah kesediaan kita untuk mengasah kemampuan kita dalam mempengaruhi orang lain dalam segala hal.

Apa arti seorang pemimpin kalau ternyata tak mampu menggerakkan semua elemen yang dipimpinnya, tak mampu memahami potensi-potensi yang ada disekitarnya & membantu agar potensi-potensi itu teraktualisasikan, tak kuasa membangkitkan yang jatuh, tak bersedia mengayomi & membimbing yang membutuhkan bimbingan dan arahan, tak mau memotivasi siapapun yang ada disekelilingnya, tak berkenan untuk menerima kritik & saran yang sejatinya membantunya menjadi lebih baik, tak memperhatikan disekelilingnya yang masih menahan lapar & haus begitu saja dengan enaknya, tak memperlihatkan sikap hidup positif bagi semua yang mempercayakan amanah itu kepadanya, apalagi sampai seenaknya saja memberikan intruksi demi keperluan pribadi.

Mari kita berinstropeksi diri sejenak, sudahkah nilai-nilai yang positif tertanam dalam pikiran & diri kita. Kalau ternyata hasilnya positif, maka sudah saatnya kita belajar mengabdikan diri kita untuk sesama. Tapi kalau ternyata hasilnya negatif, maka dirasa perlu untuk sama-sama berkenan memahami hakikat kita dalam bingkai kehidupan agar kesadaran akan peran kita yang semestinya menginspirasi kita untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam pikiran dan diri kita.

Oleh:
Akhmad Nursyeha
Mahasiswa FKIP
Universitas Pakuan

KOMENTAR

About The Author