Select Page

Kronologis Saksi Ahli Habib Rizieq Ditusuk Di Tol Jagorawi

Kronologis Saksi Ahli Habib Rizieq Ditusuk Di Tol Jagorawi

(Headlinebogor.com) – Kasus penganiayaan yang menimpa ahli IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu didalami polisi. Korban mengalami pengeroyokan dan penusukan pada Minggu (9/7) sekitar pukul 04:00 WIB. Pria yang juga saksi ahli meringankan Rizieq Shihab dalam kasus pornografi itu ditusuk di bagian lehernya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto men­gatakan, korban ditusuk di Tol Jagorawi Km 6, tepatnya antara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Tol JORR.

Kronologis kejadian, kata dia, sekitar pukul 04:00 WIB, saat korban, istri dan adiknya menggunakan dua mobil dari arah Jakarta bermaksud pulang ke Depok. “Korban menggunakan mobil Toyota Avanza bernopol B 1086 ZFT,” kata Rikwanto.

Ketika iring-iringan mobil di Tol Jagorawi, lanjut dia, kenda­raan yang dikemudikan adik Hermansyah kejar-kejaran dan saling pepet dengan mobil sedan. Saat itu, mobil adik Her­mansyah disenggol. Herman­syah pun berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mo­bil sedan tersebut. “Dari arah belakang ada mobil Honda Jazz yang meru­pakan teman dari pengendara mobil sedan memepet mobil korban,” terang Rikwanto.

Di sekitar Km 6 Tol Jagorawi, lanjut Rikwanto, korban disu­ruh menepi oleh pengendara mobil Jazz tersebut. Setelah itu, pelaku menyuruh korban membuka pintu. “Setelah ko­rban turun, langsung diserang para pelaku yang berjumlah sekitar lima orang. Seorang di antaranya menggunakan sajam (menusuk, red). Setelah itu para pelakunya melarikan diri,” jelas Rikwanto.

Akibat kejadian tersebut, tambah Rikwanto, korban terluka di bagian kepala, leher dan tangan. Setelah itu, kor­ban sempat menyender di jok mobil dan sempat ditolong petugas Jasa Marga. Kemu­dian korban dibawa ke RS Hermina Depok. “Saat ini kami memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti,” jelasnya.

Proses penyelidikan, tambah Rikwanto, dilakukan Polresta Depok dan Polres Metro Ja­karta Timur. “Saksi utamanya adalah istri korban,” terang Rikwanto. Korban diketahui adalah pakar telematika yang pernah menyebut chat Pe­mimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dengan Firza Husein palsu.

Hal itu dibenarkan Tim Kuasa Hukum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Kapitra Ampera. “Iya, dia (Herman­syah, red) saksi ahli GNPF MUI. Kita protes keras atas kejadian ini,” kata Kapitra.

Sekadar informasi, pada aca­ra diskusi di salah satu televisi swasta nasional, Hermansyah sempat menyatakan bahwa chat antara Habib Rizieq den­gan Firza Husein palsu.

Menurut Kapitra, kondisi Herman cukup kritis karena mendapat luka tusukan di beberapa bagian tubuhnya. “Kondisinya cukup kritis. Su­dah dioperasi dan masih di­rawat di rumah sakit,” katanya.

Kapitra pun mengutuk keras peristiwa yang menimpa Her­mansyah. Ia meminta polisi segera mengusut pelaku di balik penusukan tersebut. “Kami tidak mau menduga-duga. Tapi kami minta polisi segera mengusut ada apa ini,” ucap Kapitra.

Sementara Ikatan Alumni (IA) ITB Jakarta meminta aparat kepolisian bertindak cepat menangkap pelaku penusu­kan terhadap Hermansyah. Penusukan terhadap ahli IT tersebut tak bisa dibiarkan berlarut sehingga bisa me­munculkan spekulasi macam-macam.

“Pertama harus segera di­usut tuntas, cepat dan diung­kap pelakunya dan diusut tuntas motifnya apa supaya tidak meluas,” kata Ketua IA ITB Jakarta Abdi Munif di Rumah Sakit Hermina.

Abdi mengaku heran atas kejadian tersebut. Sebab, alumni ITB angkatan 89 itu dikenal berhubungan baik dan cukup dekat dengan semua orang yang dikenalnya. Dia meyakini Herman tak bermu­suhan dengan siapa pun.

Menurut Abdi, peristiwa penusukan itu semakin aneh karena terjadi di tol setelah ada senggolan kendaraan. Menurut dia, senggolan kendaraan itu biasa. Namun saat penusukan terjadi, ada lima orang yang mengeroyok Herman dengan menaiki dua mobil.

“Saya sempat tanda tanya juga. Biasanya di tol kan ri­but pukul-pukulan seben­tar. Ini kan ada unsur tusuk, pengeroyokan,” ujarnya.

 

 

(Metropolitan.id)

KOMENTAR