Select Page

Golok Panjaungan Potensi Kabupaten Bogor

Golok Panjaungan Potensi Kabupaten Bogor

BOGOR – Berada di wilayah Desa Batutulis yang terletak di sebelah Barat Kabupaten Bogor, tepatnya di Kecamatan Nanggung, menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Meski cukup dikenal sebagai penghasil emas terbesar di Jawa Barat, namun kenyataannya masyarakat di sana punya keahlian lain dalam hal pandai besi.

Tak dapat dipungkiri, banyak masyarakat Desa Batutulis memilih bekerja sebagai perajin golok untuk menunjang ekonominya. Meskipun, ada juga yang lebih memilih sebagai petani dan buruh.

Di beberapa rumah penduduk terdapat bengkel pembuatan golok, parang, arit, dan jenis lainnya. Entah dari mana dimulai, konon kemampuan pandai besi itu diturunkan dari pendahulunya.

Salah satu penduduk di Desa Batutulis yang masih setia menjadi perajin golok adalah Kosasih. Sudah 10 tahun pria berusia 48 tahun itu berprofesi sebagai perajin golok.

Ribuan golok sudah dibuatnya. Banyak golok hasil karyanya dikirim ke pasar-pasar di wilayah Banten dan sekitarnya. Dengan harga relatif terjangkau, golok buatannya kini dilirik banyak orang.

“Sekali pembakaran, 5 sampai 6 golok saya buat. Paling banyak, sehari bisa buat 25 golok,” ucap Kosasih saat ditemui di bengkel golok miliknya,  Selasa (10/10/2017).

Lantas, apa yang membuat dirinya masih bertahan menjadi perajin golok?

Dia menjawab, itu sudah menjadi bagian dari dirinya. Kemampuannya menciptakan golok diperolehnya dari orangtuanya yang juga didapat turun-temurun.

“Orangtua saya adalah pembuat golok. Itu diwariskan kepada saya,” kata dia.

Dibantu bersama dua karyawannya, Kosasih mengaku hanya membuat golok berdasarkan pesanan saja. Dengan cara itu, dia dapat menghemat ongkos produksi.

“Perajin harus kreatif membuka peluang karena dukungan pemerintah masih sangat kurang,” imbuhnya.

Abdullah membuat golok dalam ukuran kodi dengan harga per satuannya sebesar Rp 20.000. Artinya, jika satu kodi berisi 20 golok, maka dia mendapat Rp 400.000 sekali penjualan.

“Ada juga orang yang pesen golok khusus. Kalau itu harganya beda lagi. Bervariasi, tergantung panjang dan bentuk golok yang diminta,” tutur dia.

Kosasih berharap agar pemerintah bisa membantu para perajin untuk bisa bertahan. Pemerintah cenderung membiarkan perajin berjuang tanpa pendampingan.

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *